Bacaini.id, KEDIRI – Perjuangan klub sepak bola Persik Kediri melakoni kompetisi Liga Indonesia tak lepas dari dukungan dari Persikmania. Fans fanatik skuad Macan Putih ini dianggap memiliki loyalitas dan totalitas sebagai pemain ke-12.
Dua orang suporter Persik diketahui berangkat dari Kediri menuju Palembang dengan modal pas-pasan. Ajaibnya, keduanya bisa tiba di Palembang hanya dengan uang saku Rp 50 ribu.
Peristiwa ini terjadi saat Persik bertolak ke Palembang untuk melakoni laga 8 besar Liga 2 di Stadion Jakabaring Palembang, Minggu, 8 Agustus 2010. Demi memberi dukungan tim yang mereka cintai, dua suporter ini berangkat dari Kediri menuju Palembang. “Mereka hanya bawa uang lima puluh ribu,” kata Benny Kurniawan, mantan Manager Persik dalam Podcast akun channel YouTube Bacaini Official.
Dengan uang tersebut, dua suporter yang tidak disebutkan identitasnya tersebut bertolak dengan menumpang truk. Setelah sambung menyambung tumpangan, keduanya akhirnya tiba di Palembang.
Mendapati dua pendukung timnya berjuang keras berangkat ke Palembang, Benny sangat terharu. Dia menjanjikan akan memberangkatkan mereka ke Denpasar jika Persik lolos dalam pertandingan itu. “Saya tawari tiket pesawat, tapi mereka memilih naik bus,” kata Benny mengenang peristiwa itu.
Jika ada kekuatan yang bisa mempengaruhi tim, menurut Benny hanyalah suporter. Karena itu suara suporter akan sangat didengar oleh manajemen dalam pengelolaan klub.
Boikot Suporter
Sebagai klub yang makan asam garam melakoni kompetisi, kisah pahit dengan suporter pernah mereka alami. Salah satunya saat para suporter Persik memboikot klub mereka dan menolak memberi dukungan di lapangan.
Hal ini terjadi saat muncul silang pendapat antara Persikmania dengan manajemen, yang menuntut kejelasan legalitas klub. Merasa diabaikan oleh pengurus kala itu, para suporter melakukan aksi boikot dengan menolak datang ke stadion saat Persik berlaga.
Kondisi ini sempat mempengaruhi psikologis pemain dan manajemen. Sebab bagaimanapun peran suporter terhadap klub sangat besar. “Kami berusaha membangun komunikasi dengan suporter, jika manajemen punya salah kami minta maaf. Alhamdulillah mereka mau ke tribun kembali,” kata Benny.
Perjuangan Persik menjalani kompetisi Liga 3 sangatlah berat. Apalagi manajemen memutuskan tidak menggunakan dana APBD meski regulasi memperbolehkan.
Alhasil, dengan dana seadanya Persik berusaha merekrut pemain lokal Kediri. Butuh pendekatan yang intens agar mereka mau bergabung dengan dana yang minim. Termasuk melakukan pendekatan dengan suporter. Beberapa kali pengurus, pemain dan suporter mengadakan audiensi.
“Sebenarnya apa yang mereka (suporter) inginkan hanya prestasi dari Persik. Mereka menjadi saksi perjalanan Persik selama ini,” kata Benny.
Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW
Tonton video:





