• Login
Bacaini.id
Tuesday, July 14, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kisah Kesetiaan Kue Bulan

ditulis oleh
22 September 2021 16:12
Durasi baca: 2 menit
Kue bulan. Foto: unsplash

Kue bulan. Foto: unsplash

Bacaini.id, KEDIRI – Banyak cerita yang mengisahkan asal usul kue Bulan (moon cake). Salah satu legenda yang terkenal adalah kisah dewi bulan Chang’e dan Hou Yi pada masa kaisar Yao (2000 SM).

Konon, dahulu di bumi terdapat sepuluh matahari yang terik sekali sehingga menyebabkan kekeringan. Hou Yi, seorang pria pemanah handal bersama istrinya Chang’e bertugas untuk menghentikan petaka itu. Dengan anak panahnya, Hou Yi berhasil menjatuhkan sembilan matahari dan hanya menyisakan satu untuk menerangi bumi.

Berkat Keberhasilan Hou Yi, seorang  Ratu memberikan imbalan berupa ramuan keabadian yang dapat menghidupkan manusia selamanya. Namun Hou Yi tidak ingin hidup abadi tanpa Chang’e. Ia pun memberikan ramuan tersebut kepada istrinya untuk disimpan.

Mendengar hal itu, seorang penjahat bernama Feng Meng memaksa Chang’e untuk menyerahkan ramuan tersebut. Karena menjaga amanat suami, Chang’e menenggak ramuan keabadian. Ketika tubuh Chang’e terasa ringan, ia pun terbang menuju kayangan.

Chang’e memilih bulan sebagai tempat tinggalnya, sambil berharap bisa hidup bersama suaminya suatu hari nanti. Hou Yi bersedih mengetahui istri  yang sangat dicintainya telah pergi menuju kayangan.

Melihat kejadian tersebut, para tetangga  turut bersimpati. Sebagai bentuk penghormatan terhadap pengorbanan Chang’e, masyarakat Cina mewujudkannya dengan membuat makan makanan manis seperti kue bulan.

Berawal dari tradisi inilah yang kemudian berkembang menjadi festival mooncake atau kue bulan. Festival ini diadakan setiap hari ke 15, bulan 8 kalender Cina. Hingga kini masyarakat masih percaya selama pertengahan musim gugur saat terjadi bulan purnama penuh, nampak bayangan Chang’e yang dikenal sebagai dewi bulan.

Penulis: Dilawati
Diolah dari berbagai sumber

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi seragam sekolah SMKN 1 Doko Kabupaten Blitar yang menjadi sorotan karena harga paket seragam dinilai lebih mahal dibanding konveksi UMKM lokal

Harga Seragam SMKN 1 Doko Blitar Capai Rp2 Juta, Wali Murid: Mahal

Bupati Jember, Muhammad Fawait saat meninjau lokasi pembangunan saluran irigasi di Kecamatan Jenggawah

Sawah di Ujung Saluran Selalu Kekeringan, Irigasi Petani Jenggawah yang Bocor Akhirnya Dibenahi

Kemeriahan Festival Kemerdekaan Omah Sawah tahun 2025. yang dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.

Omah Sawah, Ikon Baru Wisata Budaya Kediri

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In