Bacaini.id, TRENGGALEK – Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah turut dirasakan warga negara Indonesia yang tengah menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi. Salah satunya adalah Wicaksono, Ketua PD Muhammadiyah Trenggalek, yang saat ini masih berada di Tanah Suci bersama keluarganya.
Wicaksono berangkat umrah bersama sang istri, kakak ipar, serta keponakannya. Namun, rencana ibadah yang seharusnya berjalan khusyuk kini diwarnai kekhawatiran terkait kepulangan ke Indonesia, seiring meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Wicaksono mengungkapkan bahwa keresahan tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi juga oleh jemaah umrah lainnya. Ketidakpastian jadwal penerbangan menjadi persoalan utama di tengah kondisi keamanan kawasan yang sulit diprediksi.
“Kami jujur ada kekhawatiran. Besok Senin kami dijadwalkan pindah dari Mekah ke Jeddah, kemungkinan masih aman. Tapi penerbangan dari Jeddah menuju Singapura untuk transit itu yang sama sekali tidak bisa diprediksi,” ujar Wicaksono, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, para jemaah telah berdiskusi dengan muthawif atau pembimbing ibadah umrah terkait berbagai kemungkinan yang bisa terjadi, termasuk opsi penundaan kepulangan. Namun hingga kini belum ada kepastian resmi dari pihak maskapai maupun otoritas terkait.
“Mutawif juga belum bisa memastikan apakah kami bisa pulang sesuai jadwal atau harus menunggu. Informasi sangat terbatas, sementara ada kabar beberapa penerbangan sudah dihentikan,” jelasnya.
Ketidakpastian ini semakin diperberat dengan persoalan akomodasi. Jika kepulangan tertunda, jemaah harus mencari penginapan tambahan, terutama di Jeddah. Padahal, memasuki bulan Ramadan, harga hotel di kota-kota suci mengalami lonjakan signifikan.
“Di Madinah hotel sudah sangat sulit, di Mekah apalagi. Kalau memang terjadi kemungkinan terburuk, kami mungkin harus bermalam di Jeddah dengan kondisi apa adanya,” ungkapnya.
Wicaksono berharap situasi keamanan segera membaik dan jalur penerbangan kembali normal, sehingga seluruh jemaah umrah asal Kabupaten Trenggalek dan daerah lain di Indonesia dapat kembali ke tanah air dengan aman dan tepat waktu.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Hari Tri Wasono





