• Login
Bacaini.id
Tuesday, February 24, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kerasukan Setan Bisa Mencelakai Orang Lain

ditulis oleh Editor
8 March 2022 20:19
Durasi baca: 3 menit
Ilustrasi kesurupan. Foto: Unsplash

Ilustrasi kesurupan. Foto: Unsplash

Bacaini.id, KEDIRI – Fenomena kesurupan atau kerasukan identik dengan adanya setan yang masuk ke dalam raga seseorang. Dalam beberapa kasus, kesurupan menjadi dasar terjadinya kejahatan bahkan hingga pembunuhan.

Seperti halnya kasus pembacokan massal yang dilakukan pelaku Riyanto, pria berusia 35 tahun warga Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri pada Senin, 7 Maret 2022 kemarin. Pelaku secara membabi buta membacok 10 korban hingga menyebabkan 3 nyawa melayang dan 7 lainnya mengalami luka dan kritis.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif kejahatan yang dilakukan Riyanto. Bahkan, ayahnya, Siswo yang juga menjadi korban luka pun tidak mengetahui apa yang terjadi kepada anaknya hingga nekat melakukan perbuatan mengerikan itu.

“Mungkin kesurupan,” kata Siswo kepada Bacaini.id, Selasa, 8 Maret 2022.

Mungkinkah benar Riyanto kesurupan atau kerasukan makhluk halus saat melakukan aksi brutalnya? Dari beberapa sumber, Bacaini.id merangkum beberapa ciri-ciri yang membedakan kesurupan asli atau pura-pura kesurupan.

  1. Mengalami gejala tertentu

Pada umumnya, kondisi tubuh dan fisik seseorang yang mengalami kesurupan akan mengalami perubahan. Gejala awal kesurupan yang biasa terjadi mulai dari tatapan mata kosong, pusing, lemas, berkeringat hingga pingsan. Ketika bangun dari pingsan yang berlangsung singkat, dia akan meronta dan berbuat diluar kendali.

  • Fisik lebih kuat

Seseorang yang kesurupan akan menjadi lebih kuat daripada biasanya, konon karena kekuatan orang tersebut bertambah dan menjadi satu dengan kekuatan jin atau setan yang merasuki tubuhnya. Seringkali ketika orang tersebut kembali sadar, maka dia akan kelelahan, lemas karena kehabisan tenaga.

  • Sensitif

Orang yang kerasukan setan pada umumnya akan menjadi lebih sensitif. Karena dirasuki jin jahat, seseorang akan mudah terpancing emosi hingga melakukan hal-hal yang tidak wajar. Selain melukai orang lain, tidak menutup kemungkinan orang tersebut nekat melukai diri sendiri, karena tidak sadar dan terpengaruh energi jahat yang merasuki.

Sementara itu, ajaran Islam menyebutkan sejak awal jika penyebab kerasukan adalah gangguan jin jahat atau setan. Dalam hal ini, jin atau setan akan menguasai orang-orang yang jauh dari Allah.

Ibnu Taimiyah menyebutkan, orang yang kerasukan akan berbicara melantur dan tidak jelas dengan bahasa yang tidak bisa dipahami maknanya. Sedangkan orang yang menyaksikan kejadian kesurupan, dia akan mendapatkan kesimpulan yang meyakinkan bahwa yang bicara dengan lidah manusia dan yang menggerakkan badannya adalah makhluk lain. Ibnu Taimiyah juga menyebutkan saat seseorang mengalami kerasukan parah, orang tersebut tidak lagi mengenali diri sendiri. Bahkan dia bisa membunuh unta tanpa disadarinya.

Dari apa yang disebutkan Ibnu Taimiyah, setan dapat merasuki tubuh manusia sebagai media untuk mencelakai manusia lainnya.

Penulis: Novira
Diolah dari berbagai sumber

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kerasukan setan
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Aneh, Pelaku Pembacokan Kediri Mampu Lepaskan Borgol dan Cium Bau Darah - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Buya Yahya menjelaskan 9 hal yang membatalkan puasa menurut Mazhab Syafi’i

Penjelasan Buya Yahya: 9 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Mazhab Syafi’i, Termasuk Infus dan Suntikan?

Soedjono Hoemardani, dukun politik Soeharto era Orde Baru yang berperan dalam lobi Jepang dan kebijakan ekonomi nasional

Dukun Politik Orde Baru: Peran Soedjono Hoemardani sebagai Pembisik Soeharto dan Arsitek Lobi Jepang

Menkeu Purbaya saat menyampaikan sikap tegas kepada penerima beasiswa LPDP. Foto: tangkapan layar

Menkeu Purbaya Blacklist Penerima Beasiswa LPDP dan Minta Pengembalian Dana Pendidikan

  • Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah saat refleksi satu tahun pemerintahan

    Jalan Rusak Mulai Mulus di Kabupaten Blitar, Komitmen Rijanto-Beky Dikebut Bertahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Efek Narkoba yang Picu AKBP Didik Kuncoro Lakukan Penyimpangan Seksual

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Pencucian Uang Rp 25,8 Triliun di Balik Penggeledahan Toko Emas Semar Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In