• Login
Bacaini.id
Saturday, May 23, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kenangan Alun-Alun Kota Kediri, Dari Celana Cutbray Hingga Banjir Selutut

ditulis oleh
26 June 2024 23:05
Durasi baca: 2 menit
Patung Mayor Bismo di alun-alun Kota Kediri. foto: istimewa

Patung Mayor Bismo di alun-alun Kota Kediri. foto: istimewa

Bacaini.id, KEDIRI – Jauh sebelum direnovasi menjadi proyek mangkrak, Alun-Alun Kota Kediri adalah tempat paling membahagiakan sekaligus membanggakan. Nongkrong di alun-alun adalah puncak pencapaian remaja era 1990-an.

‘Perkenalanku’ secara intensif dengan alun-alun terjadi di tahun 1990. Ini lantaran salah satu temanku SMP tinggal di dekat alun-alun. Saking dekatnya seluruh aktivitas lalu lalang pengunjung alun-alun terlihat dari teras rumahnya.

Posisi rumah yang strategis adalah alasan menjadikannya basecamp. Bukan hanya menjadi tempat cangkruk teman satu sekolah, pelajar sekolah lain pun turut mangkal di sana.

Perbedaan hanya ada pada warna seragam sekolah. Urusan makan, main gitar, modifikasi motor, sepak bola, hingga menjajal ngamen, kami satu frekuensi. Terlebih urusan fashion.

Meski uang saku di kisaran 5.000 – 10.000, urusan busana kami tidak kaleng-kaleng. Walaupun ada juga yang mencomot rantai kaleng biskuit sebagai pengait dompet.

Setelan hem panjang lengan digulung, dipadu celana cutbray adalah kostum kebanggaan kami saat masuk SMA. Celana yang lebar di ujung kaki ini sedang trending-trendingnya di tahun 1993, dengan segala resiko yang menyertai (seperti nyerempet tai ayam atau rantai motor).

Dengan kostum itu, kami berkeliling alun-alun untuk menjual tampang. Sesekali mampir di tempat parkir untuk menyapa jukir setempat, sebelum berakhir di kaki patung Mayor Bismo dalam waktu lama.

Patung ini selalu mengingatkan pada candaan bapakku yang menyebut “Kediri tenggelam jika banjir selutut”.

“Lututnya Mayor Bismo,” sambungnya tertawa. Guyonan lucu bagi yang penasaran, namun garing bagi yang mendengar puluhan hingga ratusan kali sepertiku.

Jika bapakku masih hidup, guyonan itu langsung kupatahkan. “Mayor Bismo sekarang ditaruh di bawah, Pak. Pancatannya dibongkar dan gak jadi-jadi,” kataku.

Penulis: Hari Tri Wasono  

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: alun-alun kota kedirimayor bismo
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Bogeng says:
    2 years yang lalu

    Beritanya menarik dan mengibur dan unik, sayangnya , tanpa disertai dengan foto penulis yang mengenakan celana cutbray seperti kata peenulis yang dituangkan dalam tulisanya …

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pengunjung menikmati suasana nyaman di tempat kuliner dengan fasilitas WiFi, area duduk nyaman, dan pembayaran cashless

10 Fasilitas Tempat Kuliner Paling Dicari Konsumen, Kebersihan hingga WiFi Jadi Penentu

Potret Soe Hok Gie aktivis mahasiswa Indonesia yang kritis terhadap kekuasaan

Soe Hok Gie: Kekuasaan Musuh Terakhir Moralitas

Ilustrasi minyak peppermint alami untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi dan hipertensi

Minyak Peppermint Terbukti Turunkan Tekanan Darah, Harapan Baru Penderita Hipertensi

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In