Bacaini.id, JOMBANG – Tradisi andum (bagi-bagi) alpukat di lapangan Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan warga berdatangan untuk berebut buah alpukat yang disusun menyerupai gunungan.
Di sela aksi saling rebut dan berdesak-desakan, satu dua alpukat beterbangan lantaran ada yang melemparkannya. Insiden buah alpukat mengenai anggota tubuh warga yang hadir di lokasi, tak terelakkan.
Terlihat salah seorang warga mengalami memar di mata lantaran tertimpuk alpukat yang terjun dari udara. Tim medis yang disediakan panitia pun langsung bergegas turun tangan.
Begitulah suasana kemeriahan tradisi sedekah desa yang berlangsung di lereng Gunung Anjasmoro Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Minggu (18/2/2024).
Dalam tradisi andum alpukat ini, panitia menyediakan 2024 kg buah alpukat. Tinggi gunungan mencapai 10 meter dengan bagian bawah berhias aneka buah, mulai kelapa muda, durian dan hasil bumi lain.
Panitia juga membuat 14 gunungan lain berukuran lebih kecil. Belasan gunungan itu diarak keliling desa dan dibagi-bagikan secara gratis.
Istbianto, salah satu pengunjung mengaku penasaran dengan tradisi andum alpokat yang sudah digelar pada tahun ketiga. Ia datang jauh-jauh dari Gresik hanya untuk membuktikan kemeriahan andum alpukat. “Penasaran saja, akhirnya nekat datang ke lokasi,” tuturnya.
Tradisi andum alpukat diketahui dibuka dengan doa yang dipimpin sesepuh desa. Begitu doa usai, warga sontak menyerbu gunungan, yakni mulai dari gunungan kecil berlanjut ke gunungan besar.
Pj Bupati Jombang Sugiat menuturkan, acara sedekah desa ini digelar rutin, sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ritual yang digelar sekaligus untuk meningkatkan daya tarik wisata lereng Gunung Anjasmoro.
Dalam tradisi rutin itu warga diketahui menyisihkan sebanyak 2024 kilogram buah alpukat untuk dibagikan secara gratis. “Ini bentuk sedekah untuk keberhasilan panen raya buah alpukat,” tuturnya.
Penulis: Syailendra
Editor: Solichan Arif