• Login
Bacaini.id
Saturday, February 14, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kekerasan di Daycare Jadi Sorotan, Ini Indikator Balita Alami Kekerasan

ditulis oleh Editor
1 August 2024 14:03
Durasi baca: 3 menit
Perempuan di Trenggalek melaporkan mertuanya ke polisi atas dugaan penganiayaan

Kasus menantu polisikan mertua di Trenggalek masih dalam penyelidikan, mediasi dua kali belum membuahkan hasil (foto ilustrasi/freepik)

Bacaini.ID, KEDIRI – Peristiwa kasus kekerasan seorang balita di daycare atau tempat penitipan anak, tengah viral di media sosial, dan berujung pada pelaporan pihak berwajib.

Yang bikin miris, daycare itu milik seorang influencer yang concern terhadap masalah parenting. Apalagi pelaku kekerasan diduga sang influencer itu sendiri dan jumlah korban diduga tidak hanya satu.

Saat ini pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan. Readers, menitipkan anak kepada orang lain jadi pilihan berat bagi orang tua, siapapun itu.

Namun, terkadang pilihan menitipkan anak harus diambil mengingat adanya kesibukan mencari nafkah buat keluarga. Tentu banyak pertimbangan buat orangtua dalam memilih tempat penitipan anak.

Orangtua harus tetap waspada sekaligus memastikan bahwa anak dalam lindungan yang aman dan nyaman.

Jangan remehkan insting orang tua terhadap anak. Berikut beberapa indikator yang bisa jadi warning bagi orang tua bahwa anak telah mengalami kekerasan fisik:

Memar atau Bekas Luka

Cek kondisi badan anak dengan teliti. Apabila anak memiliki memar atau luka selepas pulang dari tempat penitipan, mintalah penjelasan anak.

Sesuaikan keterangan dengan jenis luka atau memar anak. Luka karena kecelakaan pastinya berbeda dengan luka yang diakibatkan oleh kesengajaan. Misal anak terjatuh dan timbul luka, pastinya luka yang dihasilkan akan berbeda dengan misalnya, sundutan rokok atau cubitan.

Atau memar karena terantuk ujung meja, pastinya akan berbeda pula dengan memar karena dipukul. 

Perubahan Perilaku

Indikator terjadinya kekerasan fisik juga dapat dilihat dari perubahan perilaku anak. Menurut ahli, kekerasan berpengaruh kepada mental anak dan bisa menimbulkan perubahan sikap.

Khususnya pada balita yang belum bisa berkomunikasi dengan baik, biasanya perubahan perilaku ini berupa tangis atau menyakiti diri sendiri.

Jadi Readers, jangan anggap remeh ketika menjumpai anak menangis saat sampai di tempat penitipan. Apalagi jika tangisnya spesifik tertuju pada seseorang yang dilihatnya.

Biasanya orang yang membuat balita tidak nyaman, akan membuat anak menjadi gelisah.

Hal lain yang dilakukan anak jika merasa tidak nyaman biasanya adalah menyakiti diri sendiri. Seperti misalnya menarik-narik rambutnya sendiri atau memukul kepala.

Perubahan perilaku juga bisa berupa anak jadi pendiam atau terlihat ketakutan. Anak yang sehari-harinya aktif, bisa menjadi pasif dan tidak banyak beraktivitas. Hal ini juga bisa menjadi indikasi bahwa anak telah mengalami tindak kekerasan. 

Mempercayakan anak kepada orang lain untuk diasuh selama orang tua bekerja harus diimbangi dengan kepekaan orangtua kepada anak.

Terutama untuk anak-anak yang masih balita, di mana mereka belum bisa berkomunikasi dengan baik. Jangan remehkan perubahan anak sekecil apapun dan selalu pantau perilaku anak.

Tidak lupa pula jalin hubungan baik dengan pihak pengasuh anak agar jika terjadi sesuatu pada anak, mereka bisa lebih terbuka pada orang tua.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: daycarekekerasan anakkekerasan di daycarepenitipan anak
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Paket MBG di Trenggalek dengan buah jeruk diduga busuk dan berulat

Buruknya Menu MBG Bikin Geram, Warga Trenggalek Terima Buah Busuk dari Dapur Yayasan

Donasi buku untuk anak-anak dalam gerakan literasi global

Tidak Suka Hari Valentine? 14 Februari Juga Diperingati Hari Pemberian Buku Internasional

Jalan Dhoho Kediri tertutup abu vulkanik Kelud

Nostalgia Erupsi Kelud 2014: Malam Mencekam, Kediri Lumpuh, Yogyakarta Gelap

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In