Bacaini.id, KEDIRI – Berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga dan tetangga kembali bisa dilakukan pada hari raya Idul Fitri tahun ini. Sesuai tradisi, perayaan momen istimewa ini tidak afdol jika tanpa dilengkapi dengan sajian khas.
Meski tradisi tersebut terus berjalan, namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman, sajian yang disuguhkan pasti berbeda. Tetapi tidak jarang, jajanan jadul masih ditemukan diantara deretan biskuit yang bisa dibeli di supermarket.
Berikut jajanan jadul yang masih biasa disajikan sebagai suguhan khas pada momen Idul Fitri di berbagai daerah, termasuk di Kediri.
- Rengginang
Merupakan jajanan jenis kerupuk tebal berbentuk bulat yang terbuat dari bahan beras ketan. Kerupuk yang harus dikeringkan sebelum proses penggorengan ini ini harus melalui proses pengeringan dan penggorengan. Kerupuk ini memiliki tekstur renyah dengan cita rasa asin dan gurih.
Dalam beberapa tahun terakhir, rengginang masih ditemui sebagai suguhan hari raya Idul Fitri. Terkadang, pembuat rengginang menambahkan rasa dan warna yang bervariasi sehingga terlihat lebih menarik, apalagi jika disuguhkan di dalam toples bening.
Tetapi ada juga yang menyuguhkan rengginang di dalam kaleng biskuit, jadi jangan kaget ketika membuka kaleng biskuit Khong Guan, ternyata isinya rengginang.
- Biskuit Khong Guan
Bicara tentang Khong Guan, produk kue kemasan kaleng ini menjadi jajanan jadul yang masih sering disajikan saat lebaran. Biskuit kok jadul? Dari beberapa literatur, biscuit Khong Guan sudah memulai produksi dan masuk pasaran Indonesia sekitar tahun 1950 atau 1970-an.
Sejak dulu hingga sekarang, di dalam satu kaleng Khong Guan berisi beberapa macam biskuit dengan varian rasa yang berbeda. Meskipun disebut jajanan jadul, kemasan kaleng Khong Guan dibuat semakin modern mengikuti perkembangan zaman.
- Madumongso
Makanan tradisional yang terbuat dari fermentasi ketan hitam ini menjadi jajanan yang masih diburu penggemarnya, khususnya pada hari raya Idul Fitri.
Madumongso memiliki tekstur lembut dengan paduan rasa manis dan asam yang dibungkus kertas minyak warna-warni agar lebih menarik. Meskipun jarang, pembuat madumongso masih bisa ditemukan di sejumlah rumah produksi di Kediri.
- Opak gambir
Opak atau kerupuk gambir adalah jajanan jadul berbahan dasar tepung tapioka, telur, kelapa dan gula. Jajan tradisional ini juga masih kerap ditemui sebagai suguhan di meja ruang tamu saat lebaran.
Opak gambir jadul ini biasanya berbentuk gulungan berlapis. Tidak jarang pembuatnya membubuhkan perasa, seperti jahe juga rasa buah seperti durian, pisang dan rasa buah lainnya yang tentu saja menambah nikmatnya sensasi renyah, gurih dan manis kerupuk gambir original.
- Kuping gajah
Kue kering tradisional ini terbuat dari tepung terigu dengan memadukan warna cokelat dan putih. Sesuai namanya, jajanan lawas yang satu ini berbentuk pipih, tipis dan sedikit melengkung, mirip dengan telinga gajah. Rasa manis plus cokelat tipis dan gurih menambah sensasi renyah pada setiap gigitan kuping gajah.
Rasa jajanan jadul yang masih bisa ditemui pada momen Idul Fitri tidak kalah dengan jajanan modern, anak milenial wajib cobain.
Penulis: Novira