• Login
Bacaini.id
Sunday, February 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Hal Remeh Pemicu Fried Rice Syndrome yang Bisa Renggut Nyawa

ditulis oleh Editor
2 August 2025 10:00
Durasi baca: 3 menit
Makanan sisa bisa menimbulkan Fried Rice syndrome atau sindrom nasi goreng

Makanan sisa memicu Fried Rice Syndrome yang Bisa merenggut nyawa. (foto/ilustrasi/freepik)

Bacaini.ID, KEDIRI – Fried rice syndrome atau sindrom nasi goreng adalah reaksi keracunan makanan yang bisa mengakibatkan kematian.

Sindrom nasi goreng mengacu pada keracunan makanan akibat bakteri bernama Bacillus cereus.

Risiko terjadi ketika makanan yang dimasak dibiarkan pada suhu ruangan terlalu lama.

Kasus kematian akibat sindrom nasi goreng ini pernah viral di media sosial internasional yang menimpa seorang mahasiswa berusia 20 tahun.

Mahasiswa tersebut meninggal setelah dilaporkan memakan spageti yang sebelumnya telah ia masak dan dimasukkan ke kulkas.

Lima hari kemudian, ia hangatkan kembali makanan tersebut dan menyantapnya. Makanan ‘basi’ ini merenggut nyawanya.

Meskipun kematian jarang terjadi, Baccilus cereus dapat menyebabkan penyakit gastrointestinal, saluran pencernaan, jika makanan tidak disimpan dengan benar.

Berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang sindrom nasi goreng agar waspada, dikutip dari Swinburne Universy of Technology.

Apa itu ‘sindrom nasi goreng’?

Baccilus cereus merupakan bakteri umum yang ditemukan di seluruh lingkungan.

Bakteri ini akan menimbulkan masalah jika masuk ke dalam makanan tertentu yang dimasak dan tidak disimpan dengan benar.

Makanan bertepung seperti nasi dan pasta sering menjadi penyebabnya. Namun bisa juga terjadi pada makanan lain, seperti sayuran matang dan hidangan daging.

Bakteri tertentu dapat menghasilkan racun. Semakin lama makanan yang seharusnya didinginkan disimpan pada suhu ruangan semakin besar kemungkinan racun ini berkembang biak.

Baccilus cereus lebih berbahaya karena menghasilkan sejenis sel yang disebut spora, yang sangat tahan terhadap pemanasan.

Jika memanaskan sisa makanan pada suhu tinggi dapat membunuh jenis bakteri lain, ini tidak berlaku bagi bakteri Baccilus cereus.

Gejala sindrom nasi goreng

Gejala infeksi B. cereus meliputi diare dan muntah. Ada dua jenis infeksi B. cereus, satu biasanya disertai diare, dan yang lainnya disertai muntah.

Penyakit cenderung sembuh dalam beberapa hari, tetapi orang-orang yang rentan, seperti anak-anak atau mereka yang punya kondisi kesehatan tertentu, mungkin lebih memerlukan perhatian medis.

Tip Menghindari Risiko Sindrom Nasi Goreng

Ketahui kapan harus memanaskan makanan dan mendinginkannya.

Setelah memasak makanan dan ingin menyimpannya sebagian untuk dimakan nanti, pisahkan makanan yang akan dimakan dan yang disimpan di kulkas.

Masukkan ke kulkas dengan segera bagian makanan yang disimpan.

Jangan biarkan masakan terlalu lama terkena udara. Sebagai panduan umum, ikuti aturan dua jam-empat jam.

Artinya, jika masakan berada di suhu ruang hingga dua jam, aman untuk dikonsumsi.

Namun jika sudah berada di luar kulkas lebih dari dua jam, segera konsumsi dan buang sisanya.

Jika sudah berada di luar kulkas lebih dari empat jam, ini akan menjadi risiko.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: fried rice syndromesindrom nasi goreng
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kendaraan mengantre pengisian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina usai update harga BBM terbaru Februari 2026

Update Harga BBM Terbaru: Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dexlite Turun Harga

Wisata susur Sungai Maron Pacitan

Wisata Pacitan Selain Pantai, Cocok untuk Keluarga dan Pencari Ketenangan

Doding Rahmadi resmi menjabat Ketua KONI Trenggalek periode 2026–2028

Rangkap Jabatan Tak Jadi Soal, Doding Rahmadi Sah Jadi Ketua KONI Trenggalek

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JLS Rempi Kediri Bangkitkan Ekonomi Lokal, 115 UMKM Ramaikan Ruang Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pra‑Musim MotoGP 2026 Resmi Dimulai, Semua Gaspol Mulai Februari!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banjir dan Longsor Terjang Watulimo Trenggalek, Jalan Raya Bandung–Prigi Putus Total

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In