Bacaini.ID TRENGGALEK – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memuji komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam pengelolaan data sosial. Hal itu disampaikan saat kunjungan kerjanya untuk mensosialisasikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Minggu (29/3).
Dalam agenda yang digelar di Trenggalek, Gus Ipul menilai daerah yang dipimpin Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin tersebut termasuk yang sangat peduli terhadap rekam data. Ia menyebut, berbagai mekanisme dan upaya pengendalian data telah berjalan dengan baik, meski tetap perlu penyempurnaan agar selaras dengan data pusat dan provinsi.
“Kita senang datang ke Trenggalek karena semangat kolaborasinya kuat. Mereka sudah punya mekanisme, tinggal kita pertajam supaya datanya sama antara pusat, provinsi, dan daerah,” ujar Gus Ipul.
DTSEN sendiri merupakan sistem basis data tunggal yang terintegrasi untuk mendukung perencanaan, evaluasi program, serta pengambilan kebijakan strategis. Program ini diperkuat melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang menegaskan peran Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pengelola utama data nasional.
Gus Ipul menjelaskan, Kementerian Sosial memiliki peran dalam mendukung pemutakhiran data yang bersifat dinamis. Perubahan data terjadi setiap hari, mulai dari kelahiran, kematian, hingga perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Karena itu, ia menekankan pentingnya koordinasi berjenjang mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Proses tersebut melibatkan RT, RW, kepala desa, hingga dinas sosial sebelum akhirnya disahkan oleh kepala daerah.
Untuk memperkuat integrasi data, Pemkab Trenggalek bahkan menyiapkan Posko GERTAK sebagai pusat koordinasi bersama petugas BPS. Langkah ini diharapkan mampu menyelaraskan data DTSEN dengan kondisi riil di lapangan.
Selain itu, Gus Ipul juga menyoroti pentingnya menjangkau kelompok “invisible people”, yakni masyarakat yang belum terdata dan belum tersentuh program pemerintah. Ia menilai kelompok ini harus menjadi prioritas agar mendapatkan perlindungan dan pemberdayaan sosial.
Di sisi lain, Bupati Trenggalek menegaskan bahwa meskipun data bersifat terpusat, proses pengumpulan tetap bertumpu pada daerah.
“Integrasi antara pemerintah daerah dan BPS menjadi kunci keberhasilan DTSEN.” Ucapnya.
Gus Ipul optimistis, dengan kolaborasi yang kuat dan pemutakhiran data yang berkelanjutan, program bantuan sosial ke depan dapat lebih tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.(abi/AdV)





