Bacaini.ID, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait memilih cara berbeda saat melakukan kunjungan kerja ke PT Nankai Indonesia di Kecamatan Silo. Ia datang bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) menggunakan satu kendaraan minibus. Cara itu disebut sebagai bagian dari upaya efisiensi energi sekaligus menindaklanjuti arahan pemerintah pusat.
Kunjungan kerja Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait ke perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Jepang tersebut berlangsung di tengah momentum Ramadan.
Namun perhatian tidak hanya tertuju pada agenda kunjungan, melainkan juga pada cara rombongan berangkat. Alih-alih menggunakan mobil dinas masing-masing, Gus Fawait dan jajaran OPD berangkat bersama dalam satu kendaraan jenis Hiace.
Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sekaligus tindak lanjut arahan pemerintah pusat terkait penghematan energi.
“Kami datang bersama-sama, tidak sendiri-sendiri. Ini bagian dari upaya efisiensi sesuai arahan presiden. Apalagi situasi global, termasuk gejolak di Timur Tengah, membuat harga minyak sangat fluktuatif,” kata Gus Fawait di sela kunjungan, Minggu (15/3/2026) pagi.
Ia menilai daerah juga perlu mengambil peran dalam menekan potensi pembengkakan subsidi energi negara. Salah satunya dengan mulai membangun kebiasaan menggunakan kendaraan secara kolektif dalam kegiatan kedinasan.
Di sisi lain, Gus Fawait juga menyoroti peran investasi bagi perekonomian Jember. Ia mengapresiasi PT Nankai Indonesia yang telah menanamkan modal sekitar 10 juta dolar AS atau lebih dari Rp150 miliar di wilayah tersebut.
Perusahaan itu saat ini mempekerjakan sekitar 250 tenaga kerja. Sekitar 80 persen di antaranya merupakan warga lokal, khususnya dari wilayah sekitar Kecamatan Silo.
Bagi pemerintah daerah, keberadaan investasi seperti ini dinilai penting untuk membantu mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja.
“Investasi menjadi salah satu kunci mengurai kemiskinan di Jember, selain belanja pemerintah. Karena itu kami ingin memastikan Jember semakin ramah bagi investor,” ujarnya.
Pemkab Jember, lanjut dia, juga tengah menuntaskan penyusunan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Regulasi tersebut diharapkan memberi kepastian bagi dunia usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Jawa.
Selain soal investasi, Gus Fawait juga menyinggung kemungkinan penerapan kembali sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) secara terbatas bagi aparatur sipil negara.
Menurutnya, pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa teknologi memungkinkan pekerjaan tetap berjalan tanpa harus selalu mengandalkan mobilitas tinggi.
“Kita pernah menjalankan WFH saat pandemi. Dengan teknologi sekarang, skema itu bisa saja diterapkan secara selektif untuk menekan penggunaan BBM dan biaya operasional,” katanya.
Ia menambahkan, efisiensi anggaran dan energi perlu menjadi perhatian bersama, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mendorong perusahaan yang beroperasi di Jember agar memberi dampak sosial bagi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.(meg/ADV)





