Bacaini.ID, KEDIRI – Green business jadi tren baru dunia usaha di tengah ancaman krisis iklim dan kesadaran lingkungan yang terus meningkat.
Green business bukan sekedar jargon. Saat ini semakin banyak pelaku usaha di Indonesia yang memilih model bisnis ramah lingkungan atau ekonomi hijau.
Mereka bukan hanya peduli pada bumi, tapi juga karena pasar dan konsumen mulai berubah arah: lebih peduli dan lebih selektif.
Tren Green Business
Green business atau bisnis berkelanjutan merupakan jenis usaha yang memperhatikan dampak lingkungan dalam seluruh prosesnya.
Mulai dari produksi, distribusi, hingga kemasan, semuanya dirancang agar seminimal mungkin menghasilkan limbah atau polusi.
Misalnya, bisnis refill station, toko tanpa kemasan, produk daur ulang, hingga layanan sewa pakaian atau furniture.
Green business menjadi tren oleh beberapa faktor:
• Perubahan perilaku konsumen
Menurut survei Nielsen, 73% konsumen milenial bersedia membayar lebih untuk produk yang ramah lingkungan.
Tren ini makin kuat di 2025, terutama di kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Yogyakarta. Konsumen muda ingin belanja dengan makna.
• Dukungan Teknologi
E-commerce, pembayaran digital, dan platform logistik mendukung pelaku green business tumbuh tanpa batasan geografis.
Bahkan bisnis kecil berbasis rumah bisa menjangkau pasar nasional lewat Tokopedia, Instagram, dan Shopee.
• Dorongan Regulasi
Pemerintah Indonesia mulai mendorong prinsip ekonomi hijau lewat program Industri Hijau dan insentif untuk UMKM berkelanjutan.
Ini jadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk bertransformasi.
Indonesia telah memiliki pelaku-pelaku usaha green business yang semakin berkembang.
Berikut beberapa brand green business Indonesia yang populer di kalangan muda.
• Sabi Eco
Brand asal Bandung ini memproduksi sabun batang dan peralatan mandi ramah lingkungan, dengan kemasan minim plastik.
Mereka menggunakan bahan lokal dan menjual lewat e-commerce.
• Plepah
Startup asal Yogyakarta yang membuat kemasan makanan dari pelepah pinang.
Produk mereka sudah diekspor ke luar negeri dan menggantikan plastik sekali pakai.
• Sustainable Fashion Brand
Ada beberapa fashion brand tanah air yang berbasis green business, misal brand Sejauh Mata Memandang.
Mereka mengusung bahan organik dan sistem produksi slow fashion, brand ini menggabungkan etika lingkungan dengan nilai budaya.
Tip memulai green business
• Mulai dari skala kecil
Gunakan bahan lokal, kemasan minim plastik, atau sistem pre-order untuk menghindari overstock.
• Pilih produk yang solutif
Misalnya sedotan stainless, tas daur ulang, sabun organik dan lainnya. Produk-produk ramah lingkungan.
• Edukasi konsumen
Konten media sosial adalah sarana untuk dekat dengan konsumen. Tunjukkan proses produksi lewat konten media sosial. Konsumen menyukai cerita yang jujur.
• Kolaborasi komunitas
Banyak komunitas zero waste dan pecinta lingkungan yang bisa diajak kerja sama.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif