• Login
  • Register
Bacaini.id
Friday, August 29, 2025
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
Bacaini.id

Female Breadwinners: Perempuan Menafkahi Keluarga Kian Marak

ditulis oleh Editor
28/08/2025
Durasi baca: 3 menit
496 38
0
fenomena female breadwinners atau perempuan pencari nafkah keluarga

Fenomena female breadwinners kian marak di masyarakat (foto ilustrasi/freepik)

Bacaini.ID, KEDIRI – Laki-laki menafkahi perempuan merupakan norma gender yang berlaku umum di masyarakat Indonesia.

Pengaruh budaya dan agama yang kental mewajibkan laki-laki sebagai pemimpin sekaligus penanggungjawab finansial dalam rumah tangga.

Sementara perempuan secara tradisional bertanggung jawab mengurus rumah dan keluarga. Juga jadi pemimpin dalam pengasuhan anak dan urusan domestik.

Namun data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pergeseran nilai dalam urusan mencari nafkah keluarga.

Di tengah masyarakat yang masih memegang norma gender tradisional, fenomena female breadwinners marak terjadi di berbagai daerah.

Perempuan tidak lagi hanya berkutat pada urusan rumah tangga, namun juga menjadi tulang punggung keluarga.

Fenomena Female Breadwinners

Female breadwinners merupakan perempuan yang bekerja dan memiliki penghasilan dominan di antara anggota keluarga lain, bahkan satu-satunya yang memiliki sumber penghasilan.

Mereka menjadi tulang punggung keluarga, menjadi penanggungjawab finansial.

Data BPS menyebut pada tahun 2024 sebanyak satu dari sepuluh pekerja atau 14,37% dari pekerja di Indonesia, termasuk dalam kategori female breadwinners.

Mayoritas berada di lingkungan perkotaan dengan pendidikan masih di tingkat dasar. Dengan kontribusi ekonomi dalam rumah tangga mencapai 90-100%.

Karakteristik paling menonjol dari pekerjaan mereka adalah usaha atau wiraswasta terutama usaha yang dikerjakan perorangan.

Selain itu, ditemukan bahwa sebagian besar masih rendah dalam penggunaan teknologi digital.

Beberapa daerah yang memiliki female breadwinners melebihi rata-rata nasional di antaranya: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jakarta sebagai yang tertinggi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Banten, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat Daya.

Dampak dari fenomena Female Breadwinners

Para female breadwinners memiliki tanggung jawab ganda: sebagai pencari nafkah utama dan pengurus rumah tangga. Karenanya rentan mengalami kelelahan fisik, mental dan emosional.

Mereka tidak hanya menghadapi tuntutan tanggung jawab pekerjaan, tapi juga tanggung jawab urusan domestik rumah tangga dan pengasuhan anak.

Masih ditambah tuntutan lingkungan, yang seringkali berekspektasi lebih pada peran aktif perempuan dalam kegiatan sosial setempat.

Dikutip dari Fortune, data menunjukkan bahwa pernikahan dengan female breadwinners memiliki tingkat perceraian lebih tinggi ketimbang pernikahan dengan suami sebagai penanggungjawab finansial atau berpenghasilan lebih tinggi.

Namun, menjadi female breadwinners juga memiliki dampak positif bagi perempuan. Perempuan menjadi lebih berdaya sekaligus memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi.

Agar berjalan selaras, fenomena female breadwinners perlu dukungan kebijakan yang tepat dari pemerintah, demi melindungi hak-hak mereka.

Begitu juga dalam keluarga. Pembagian kerja yang setara dalam urusan domestik menjadi support system yang diperlukan oleh para female breadwinners.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Female breadwinnerskeluargaPerempuanperempuan pencari nafkah
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Upaya Pemkot Blitar menekan angka pengangguran

Pengangguran di Kota Blitar 5,11 Persen, Ini yang Dilakukan Pemkot

fenomena female breadwinners atau perempuan pencari nafkah keluarga

Female Breadwinners: Perempuan Menafkahi Keluarga Kian Marak

Pemkab Kediri Genjot Peningkatan Kemantapan Jalan Hingga 89 Persen

Pemkab Kediri Genjot Peningkatan Kemantapan Jalan Hingga 89 Persen

  • Bupati Blitar merayakan puncak hari jadi yang dibayangi isu gratifikasi

    Isu Gratifikasi Membayangi Puncak Hari Jadi Blitar

    2833 shares
    Share 1133 Tweet 708
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    15521 shares
    Share 6208 Tweet 3880
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    16612 shares
    Share 6645 Tweet 4153
  • PAK APBD Blitar Gagal Terus, DPRD: Ada Apa dengan Bupati?

    636 shares
    Share 254 Tweet 159
  • Ultimatum Untuk Bupati Blitar dan Wabup Beky dari GPI

    746 shares
    Share 298 Tweet 187

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL

© 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist