Bacaini.ID, KEDIRI – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menunjuk Endang Kartika Sari sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri. Sejumlah tantangan sudah menanti untuk diselesaikan, utamanya menjaga stabilitas tata kelola pemerintahan daerah.
Penunjukan Endang Kartika Sari sebagai Pj Sekda dilakukan sebagai bagian dari penyegaran birokrasi, menyusul pejabat sebelumnya, M. Ferry Djatmiko, telah dua kali menjabat Pj Sekda dan mencapai batas maksimal masa penugasan sesuai ketentuan. Penetapan Endang didasarkan pada kompetensi, pengalaman, serta hasil penilaian panitia seleksi yang dinilai baik oleh kepala daerah.
Sebelum dilantik sebagai Pj Sekda, Endang masih menjabat dan bertugas di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri. Hal ini membuatnya memiliki latar belakang yang kuat dalam pengelolaan teknis pembangunan dan tata kelola administrasi pemerintahan daerah.
Dalam pernyataannya usai dilantik, Endang menyatakan siap menjalankan amanah dan menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi antar perangkat daerah, dan terlibat aktif dalam agenda strategis terdekat, termasuk penyiapan Anggaran Tahun 2027 yang sedang dibahas bersama Bappeda.
Sebagai Pj Sekda, Endang menempati posisi kunci dalam mengoordinasikan birokrasi dan memastikan stabilitas tata kelola pemerintahan daerah. Beberapa isu strategis yang diperkirakan menjadi tantangan utama ke depan antara lain:
1. Penguatan Koordinasi dan Sinergi Antar OPD
Wali Kota Kediri secara eksplisit menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral dan meningkatkan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebagai Pj Sekda, Endang dituntut menjadi “penghubung utama” agar kebijakan dan program pembangunan berjalan selaras, tidak terfragmentasi, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
2. Menjaga Integritas dan Netralitas Birokrasi
Isu integritas dan netralitas ASN menjadi sorotan penting, terutama menjelang dinamika politik dan penyusunan kebijakan strategis daerah. Pj Sekda memiliki peran sentral dalam memastikan birokrasi tetap profesional, tidak berpihak, serta menjalankan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam setiap proses pengambilan keputusan.
3. Optimalisasi Pelayanan Publik
Peningkatan kualitas pelayanan publik yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada masyarakat menjadi mandat utama. Tantangannya adalah memastikan seluruh OPD menerjemahkan visi tersebut ke dalam praktik layanan sehari-hari, sekaligus menjaga konsistensi standar pelayanan di tengah keterbatasan sumber daya.
4. Pengawalan Penyusunan dan Sinkronisasi Anggaran 2027
Dalam waktu dekat, salah satu agenda krusial adalah pengawalan penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027. Isu yang berpotensi muncul meliputi penentuan prioritas program, sinkronisasi antara perencanaan dan penganggaran, serta memastikan anggaran benar-benar mendukung visi Kota Kediri “MAPAN” secara efektif dan berkelanjutan.
5. Stabilitas Pemerintahan di Masa Transisi
Sebagai pejabat sementara, Pj Sekda memiliki tantangan menjaga kontinuitas kebijakan dan stabilitas organisasi, tanpa melampaui kewenangan strategis Sekda definitif. Keseimbangan antara menjalankan fungsi administratif, mengambil keputusan operasional, dan menyiapkan landasan kerja jangka menengah menjadi isu kepemimpinan tersendiri.
6. Penguatan Peran Perempuan dalam Jabatan Strategis
Penunjukan Endang Kartika Sari juga membawa dimensi strategis lain, yakni penguatan kepemimpinan perempuan dalam jabatan struktural tinggi. Harapannya, perspektif dan gaya kepemimpinan yang inklusif dapat memberi nilai tambah terhadap kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik di Kota Kediri.
Penulis: Hari Tri Wasono





