Bacaini.id, KEDIRI – Persamaan persepsi dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) penting dilakukan. Tujuan persamaan persepsi ini adalah untuk mewujudkan keterpaduan layanan digital melalui penerapan arsitektur SPBE.
Hal tersebut disampaikan Apip Permana, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika saat membuka Rapat Koordinasi Persamaan Persepsi Reviu Arsitektur dan Peta Rencana SPBE Kota Kediri.
Apip menjelaskan, arsitektur SPBE merupakan perangkat jasa untuk mendeskripsikan integrasi proses data dan informasi, aplikasi, infrastruktur dan keamanan SPBE. Hal tersebut bisa terwujud apabila ada kepedulian dari semua OPD untuk membagun bersama.
“Perlu peta rencana untuk menggambarkan terkait aplikasi SPBE dan bagaimana menerapkannya dalam memberikan informasi-informasi pemerintah kepada masyarakat,” kata Apip dalam rakor yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bappeda, Jumat, 11 November 2022.
Untuk itu, lanjut Apip, pihaknya mengumpulkan PIC di masing-masing OPD untuk menyamakan persepsi bahwa arsitektur SPBE merupakan tanggung jawab bersama. “Masing-masing OPD memiliki indikator, sehingga SPBE akan menjadi sukses apabila semuanya ikut andarbeni,” jelasnya.
Sebagai OPD yang diberi kewenangan untuk merancang tata kelola SPBE, Diskominfo Kota Kediri telah melakukan berbagai upaya agar semua OPD memiliki komitmen terhadap penerapan SPBE sehingga nilai komulatif SPBE di Pemkot Kediri bisa meningkat.
“Salah satu upayanya melalui rakor seperti ini,” imbuhnya.
Menurut Apip, arsitektur SPBE bukanlah tahap akhir, melainkan masih ada digitalisasi pemerintahan yang regulasinya sudah dibentuk dalam rancangan undang-undang. Melalui kegiatan ini, Apip berharap masing-masing PIC OPD bisa menindaklanjuti arahan dari narasumber.
“Sehingga apa yang menjadi harapan bersama yaitu memiliki SPBE berkualitas bisa terwujud,” terangnya.
Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa nilai SPBE yang tinggi menunjukkan bahwa sektor pendidikan ada peningkatan, sektor kemiskinan bisa ditekan, harapan hidup lebih baik. Jika semua poin bagus, otomatis nilai SPBE-nya juga meningkat.
“Setelah kita melewati SPBE dengan baik, kedepan akan ada level yang lebih tinggi, yaitu digitalisasi pemerintah. Semua bekerja berdasarkan digital karena bisa terukur, akurat dan datanya bisa dipertanggung jawabkan,” tandasnya.
Sebagai informasi, dalam rakor ini mengundang PIC dari 37 OPD di lingkungan Pemkot Kediri. Dalam kegiatan ini, Diskominfo Kota Kediri menggandeng tim dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya sebagai narasumber yang bergabung melalui zoom meeting.
Adapun poin yang dipaparkan adalah tentang inventarisir data di masing-masing OPD sehingga bisa terintegrasikan ke SPBE. Hal ini untuk mengupdate arsitektur dan peta rencana SPBE Kota Kediri sesuai dengan regulasi dan kondisi terkini.**





