• Login
Bacaini.id
Monday, March 23, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Diplomasi Peci Prabowo Subianto

ditulis oleh Redaksi
28 April 2025 05:30
Durasi baca: 2 menit
Danny Wibisono,.

Danny Wibisono,.

Bacaini.ID, JAKARTA – Penggunaan peci atau songkok mulai populer di kalangan bangsawan dan rakyat sejak zaman Kesultanan Demak dan kerajaan-kerajaan Islam lainnya di Jawa. Peci dianggap simbol perlawanan kultural terhadap dominasi budaya Barat.

Peci atau songkok merupakan penutup kepala tradisional berbentuk bulat oval, agak pipih di atas, dan biasanya berwarna hitam. Penggunaan peci berakar dari budaya Melayu dan Islam di Nusantara.

Masuknya peci ke wilayah Kesultanan Malaka diperkirakan terjadi pada abad ke-15, bersamaan dengan penyebaran Islam di Asia Tenggara. Pada mulanya peci dikenakan identitas kaum Muslim dan menjadi simbol kesopanan, kehormatan, serta keimanan.

Di Indonesia, peci mulai populer di kalangan bangsawan dan rakyat sejak zaman Kesultanan Demak dan kerajaan-kerajaan Islam lainnya di Jawa. Penggunaannya makin meluas terutama pada masa kolonial, karena peci dianggap sebagai lambang perlawanan kultural terhadap dominasi budaya Barat.

Di era pergerakan nasional, Soekarno memperkuat identitas peci sebagai simbol nasionalisme Indonesia. Dalam banyak pidato dan penampilannya, Soekarno selalu memakai peci hitam polos.

Hal inilah yang pada akhirnya membuat peci bukan lagi sekadar atribut agama, melainkan menjadi identitas bangsa, yang menjadi simbol  ke-Indonesiaan, anti-kolonialisme, dan persatuan lintas etnis dan agama. Karenanya setelah kemerdekaan, peci menjadi bagian resmi pakaian nasional yang digunakan dalam acara kenegaraan, pemerintahan, dan tradisi budaya.

“Diplomasi Peci” Prabowo Subianto

Penggunaan peci oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto di forum internasional melahirkan paradigma baru tentang peci sebagai alat diplomasi. Konsep ini muncul sebagai bentuk simbolisasi nasionalisme Indonesia dalam forum diplomasi dunia.

Dengan memakai peci, Prabowo ingin menegaskan jati diri Indonesia di mata dunia. Ia juga ingin menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang percaya diri dengan budayanya sendiri, yang mengandung pesan tentang kesederhanaan, kedaulatan, dan keunikan bangsa Indonesia.

Melalui peci, Presiden Indonesia kedelapan ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak perlu meniru busana Barat dalam pergaulan dunia. Prabowo ingin mengangkat nilai-nilai tradisional ke panggung global, sekaligus menyiratkan bahwa Indonesia hadir di dunia internasional dengan kepribadian sendiri, bukan sebagai pengikut blok mana pun.

Gaya ini mengingatkan pada diplomasi Soekarno, yang disesuaikan dengan gaya Prabowo yang lebih tegas dan realistis dalam menghadapi tantangan geopolitik modern.

Dengan demikian, peci di Indonesia lebih dari sekadar penutup kepala. Ia adalah simbol sejarah, agama, budaya, perlawanan, dan nasionalisme.

Melalui “Diplomasi Peci”, Prabowo Subianto membangkitkan kembali semangat diplomasi berbasis identitas nasional di panggung dunia, dengan mengusung pesan:

“Indonesia berdiri di antara bangsa-bangsa dunia dengan kepala tegak, memakai identitasnya sendiri.”

Penulis: Danny Wibisono*
*)Kepala Litbang Bacaini.ID

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: peciPrabowo Subiantosongkok
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

ilustrasi korupsi tokoh agama

Gus-gus yang Dibungkus Komisi Pemberantasan Korupsi

daun andong merah untuk obat pendarahan alami

Pendarahan Sampai Kencangkan Payudara Teratasi oleh Andong Merah

Rokok Djarum Super. Foto: komunitaskretek.or.id.

Masa Depan Djarum di Tengah Tekanan Industri, Isu Cukai, dan Wafatnya Michael Bambang Hartono

  • Ilustrasi seseorang mengirim ucapan Idul Fitri 2026 melalui WhatsApp di ponsel

    Daftar Ucapan Idul Fitri 2026 Paling Lengkap dan Tinggal Copas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yaqut Cholil Qoumas Hanya Menghuni Rutan KPK 7 Hari, Status Dialihkan Tahanan Rumah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In