• Login
Bacaini.id
Saturday, April 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Derita Eka, Istri Yang Menafkahi Keluarga Dan Dibunuh Suaminya

ditulis oleh
12 August 2021 15:57
Durasi baca: 3 menit
Marini (kiri) mengisahkan anaknya yang tewas dibunuh menantunya sendiri. Foto: Bacaini/Novira

Marini (kiri) mengisahkan anaknya yang tewas dibunuh menantunya sendiri. Foto: Bacaini/Novira

Bacaini.id, KEDIRI – Duka mendalam masih dirasakan Marini, orang tua Eka Rini yang tewas dihabisi suaminya sendiri. Hingga kini Marini masih syok dan tidak percaya menantunya tega membunuh istrinya yang menjadi tulang punggung.

“Anak perempuan saya itu pendiam, baik dan perhatian sama orang tua dan keluarga. Sebagai anak pertama, dia tidak pernah menyusahkan orang tuanya,” kata Marini saai ditemui Bacaini.id di rumahnya kompleks Rusunawa, Kelurahan Dandangan, Kota Kediri, Rabu 11 Agustus 2021.

Marini menceritakan kehidupan rumah tangga anaknya yang dianggap baik-baik saja. Sejak menikah dengan Ainun Novi Hafiful Huda pada tahun 2011 silam, dia tak melihat gelagat aneh dari pasangan itu. Ainun juga bertanggungjawab menghidupi keluarga sebagai sopir.

baca ini Dilaporkan Bunuh Diri Pegawai Salon Ternyata Dibunuh

Marini hanya melihat anaknya bekerja lebih keras sejak suaminya berhenti kerja. Pandemi yang berkepanjangan membuat Ainun diberhentikan sebagai sopir dan menggantungkan hidup pada istrinya. Beruntung Eka Rini masih bekerja di sebuah salon. Selain menjadi tulang punggung keluarga, Eka Rini juga masih mengupayakan membantu orang tuanya.

“Jarang sekali dia mengeluh, kalau cerita ya cuma ada masalah sedikit sama suami. Suaminya menganggur pun dia tidak mengeluh sama saya, apalagi menjelek-jelekkan,” kata Marini.

Tak Percaya Bunuh Diri

Sehari sebelum kematian putrinya, Marini sempat bertemu Eka Rini pada hari Minggu 8 Agustus 2021. Saat itu Eka pamit untuk pulang ke rumah mertuanya yang tinggal di Wonojoyo, Gurah, sekaligus rumah suaminya.

Tidak ada tanda-tanda atau firasat apapun yang dirasakan Marini. Hanya saja dia melihat wajah Eka terlihat lelah dan pucat. Karena tak tega, Marini memintanya untuk beristirahat di Rusunawa.

“Saya bilang kalau capek tidak usah kerja dulu, libur saja dulu istirahat. Dia bilang iya, karena besok Senin libur, dia mau istirahat di Wonojoyo karena suaminya ngajak pulang ke sana,” kata Marini.

Senin malam, 9 Agustus 2021, Marini mendapat kabar dari keluarga besannya jika kondisi Eka Rini sedang kritis. Mendengar kabar itu, Marini langsung ke Wonojoyo.

Sesampainya di sana dia tidak menemukan siapapun di rumah besannya. Salah satu tetangga mengatakan Eka Rini dibawa ke RSUD Simpang Lima Gumul. ” Sampai di rumah sakit, anak saya masih di dalam mobil. Saya lihat dia sudah meninggal dunia,” katanya.

Menurut keterangan menantunya, Eka Rini mencoba bunuh diri dengan menyayat lengan kirinya. Hal itu ditunjukkan dengan luka robek di pergelangan tangan yang cukup lebar.

“Waktu dikatakan anak saya bunuh diri, saya tidak terima. Saya tahu bagaiman anak saya, tidak mungkin bunuh diri,” kata Marini.

Benar saja, polisi yang melakukan penyelidikan atas laporan bunuh diri itu menemukan kejanggalan. Drama bunuh diri itu akhirnya terbongkar setelah ditemukan bukti pembunuhan terhadap Eka Rini. Dan pelakunya adalah suaminya sendiri dengan motif cemburu.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi orang tua melacak lokasi anak melalui smartphone

Cara Melacak HP Anak di Manapun Berada dengan Mudah dan Aman

Ilustrasi kenaikan harga plastik dan kemasan makanan

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Mulai “Pelit” Kresek Akibat Lonjakan Biaya Produksi

Foto: bacaini by AI

Jejak Diplomasi Soekarno dan Jalan Masuk Freeport ke Papua

  • Wawali Blitar Elim Tyu Samba tidak hadir di upacara Hari Jadi ke-120 Kota Blitar

    Ada Apa dengan Wawali Blitar Elim Tyu Samba? Absen di Hari Jadi ke-120 Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muscab PKB Blitar Penuh Kejutan, Nasa Barcelona Tantang Gus Tamim di Bursa Ketua DPC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terguling di Tol Jombang, Bus Restu Angkut 35 Penumpang, Evakuasi Korban Berlangsung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In