• Login
Bacaini.id
Monday, May 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Demo di DPRD, PMII Kediri Desak Pembatalan UU Omnibuslaw

ditulis oleh
12 October 2020 19:04
Durasi baca: 2 menit

KEDIRI – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri, melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri, Senin (12/10/2020). Mereka menuntut DPRD mendesak pemerintah pusat membatalkan UU Omnibuslaw Cipta Kerja.

Ketua PMII Cabang Kediri, Muhammad khadikul Fikri mengatakan, PMII menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mendesak pemerintah pusat membatalkan pengesahan RUU Omnibus law Cipta Kerja menjadi Undang-undang. Menurutnya pengesahan UU Omnibuslaw hanya akan menyusahkan masyarakat kecil.

“Jika itu terjadi hanya akan menjadikan masyarakat kelas bawah semakin tertindas dan menguntungkan korporasi dan oligarki,” katanya.

Fikri juga mengatakan, UU Cipta juga akan meningkatkan Konflik agraria, ketimpangan sosial dan kemiskinan stuktuktural.

“Dengan disahkannya RUU Omnibus Law dikhawatirkan akan berdampak pada eksploitasi dan eksplorasi lahan subur pertanian yang ada di lereng gunung kelud dan wilis sehingga mengancam mayoritas profesi petani yang ada di kediri,” katanya.

Senada dengan Fikri, Zainal Arifin, Sekretaris Umum PMII Cabang Kediri mengatakan, banyak ketimpangan untuk UU Cipta Kerja ini.

Zainal mengatakan, aksi ini dilakukan untuk mengajak DPRD Kabupaten Kediri bersama PMII menolak UU omnibus law demi kesejahteraan masyarakat.

“Kami menuntut adanya kesetaraan gaji pada khususnya, yang jelas UU ini akan memiskinkan masyarakat dan kita sebagai mahasiswa, penerus bangsa, tidak mungkin akan diam saja,” tegas Zainal.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menggelar aksi teatrikal dan juga membakar ban. Setelah selesai teatrikal, ban yang dibakar juga segera dipadamkan. Karena itu hanya sebagai simbol matinya hati nurani wakil rakyat.

Sempat Ricuh

Demo yang berlangsung pukul 10.30 WIB tadi sempat diwarnai aksi saling dorong, yang melibatkan demonstran dengan polisi. Hal itu terjadi karena masa aksi memaksa masuk halaman gedung DPRD. Tetapi tidak lama, situasi kembali kondusif.

Dirasa kondusif, perwakilan DPRD keluar untuk menemui dan melakukan perbincangan.

Perwakilan yang turun diantaranya dari fraksi PAN, Nasdem, PDI-P, GOLKAR, PKB, Demokrat dan Gerindra. Terjadi diskusi diantara perwakilan fraksi dengan demonstran.

Sementara itu, perwakilan Fraksi Demokrat, M. Zaini mengatakan, akan melanjutkan aspirasi mahasiswa ini ke DPR RI dan diteruskan ke Mahkamah Konsitusi.

“Kami akan berusaha memenuhi tuntutan mahasiswa, intinya kita sepakat dan ke depannya akan kita dukung,” ucap M. Zaini.

Namun massa belum merasa puas. Mereka menunggu kesepakatan secara tertulis dan ditandatangani diatas materai secara sah dan terbuka.

Masa akhirnya membubarkan diri pada pukul 16.00 WIB, setelah ada penandatanganan dari Bupati dan Ketua DPRD. (Novia Kharisma)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: OmnibuslawRUU Cipta Kerja
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pelantikan Tri Hariadi sebagai Pj Sekda Tulungagung oleh Ahmad Baharudin tahun 2026

Pelantikan Tri Hariadi Jadi Pj Sekda Tulungagung, Ahmad Baharudin: Butuh Berpengalaman

Suasana gedung DPRD Tulungagung terkait pembahasan pengisian jabatan wakil bupati pasca OTT KPK

Bacawabup Tulungagung Dibutuhkan Mampu Komunikasi Lintas Parpol Usai OTT KPK

Ilustrasi sekolah dasar di Trenggalek tanpa kepala sekolah definitif

63 Sekolah di Trenggalek Tanpa Kepala Sekolah Definitif, Pemkab Siapkan Seleksi

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In