• Login
Bacaini.id
Sunday, February 15, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Dari Kayu Jati ke Cerita Negeri, Menelusuri Sejarah Hotel Rembangan Jember, Tempat Bung Karno Pernah Singgah

ditulis oleh Redaksi
14 October 2025 15:25
Durasi baca: 3 menit
Kondisi kamar Melati 1 di Hotel Rembangan yang pernah menjadi tempat persinggahan Bung Karno

Kondisi kamar Melati 1 di Hotel Rembangan yang pernah menjadi tempat persinggahan Bung Karno

Bacaini.ID, JEMBER- Di lereng Gunung Argopuro, di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, berdiri gagah Hotel Rembangan: bangunan yang bukan hanya menawarkan kesejukan alam, tetapi juga kenangan perjalanan bangsa.

Sejak didirikan tahun 1937 di era kolonial Belanda, hotel ini menyimpan kisah penting, salah satunya sebagai persinggahan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Kamar Melati 01: Bentuk dan Nuansa yang Dipertahankan

Salah satu ruang paling ikonik di sana adalah Kamar Melati 01, yang konon pernah dijadikan tempat istirahat oleh Bung Karno. Letaknya di lantai dua hotel, melewati tangga berundak, pintu kayu jati tua, dan seluruh interior yang mempertahankan nuansa klasik. Dinding kayu, perabot sederhana seperti lemari dan meja serta foto-foto lama bangunan hotel masih tersimpan di ruang itu.

“Bangunan hotel ini memang masih mempertahankan fondasi dan interior kayu peninggalan zaman Belanda. Kabarnya, Bung Karno menginap di sini ketika mengunjungi Jember pada tahun 1950-an.” ungkap salah satu staff, Ichwan Aziz pada Selasa (14/10/2025) siang.

Kamar ini dibuat dari kayu jati, warna coklat tua yang tidak banyak mengalami perubahan. Perawatan dilakukan seperti pengecatan ulang atau penambahan plester. Namun struktur dan estetika asli tetap dijaga. Tidak sembarang tamu bisa menginap di kamar ini. Biasanya dipakai oleh tamu VVIP atau untuk keperluan khusus. Dan hanya disewakan pada weekday saja.

Sejarah & Arsitektur: Warisan Era Kolonial yang Terawat

Awal pembangunan Hotel Rembangan dimotori oleh Belanda sekitar tahun 1937 sebagai tempat rekreasi dan peristirahatan bagi pegawai perkebunan kopi dan kakao.

Bangunan-bangunannya menghadirkan gaya kolonial yang khas yakni, penggunaan kayu jati, desain pintu dan jendela kuno, atap dan struktur yang proporsional, dengan estetika klasik.

Meski beberapa bagian pernah diperbaiki demi keamanan dan kenyamanan, misalnya struktur pendukung, pengecatan, atau perawatan panel kayu, hampir seluruh desain lama tidak diubah secara drastis. Ini untuk memastikan pengunjung bisa merasakan suasana historis yang autentik.

Salah satu pengunjung saat melihat foto bentuk bangunan Hotel Rembangan tempo dulu

Peran Pengelola: Mengangkat Nilai Historis sebagai Magnet Wisata

Mengingat jejak sejarahnya, Ichwan Aziz menyebut, salah satu strategi untuk memanfaatkan nilai sejarah hotel dan kawasan Rembangan cukup intens dilakukan.

Mulai dari mencetak banner sejarah, memposting narasi-narasi historis di media sosial, hingga menggandeng influencer agar daya tarik historis lebih menyebar ke khalayak luas.

“Caranya dengan mencetak banner-banner sejarah, membagikannya di media sosial, dan berkolaborasi dengan influencer supaya cerita Rembangan bisa dikenal lebih luas,” lanjutnya.

Meski dampaknya belum signifikan, grafik kunjungan lambat laun menunjukkan peningkatan. Okupansi hotel sebagian besar masih dari aksi rombongan (acara pemerintahan, komunitas) yang mencapai sekitar 70%, sedangkan tamu umum masih sekitar 30%. 

“Dampaknya memang belum besar, tapi sudah ada grafik kenaikan kunjungan. Perlahan tapi pasti,” katanya.

Tak hanya itu, kolaborasi dengan UMKM lokal juga sedang dijajaki. Misalnya saja, ada usaha menampilkan produk lokal di display depan hotel melalui kerja sama dengan Diskop. “Meskipun akses jalan menuju Rembangan kadang jadi tantangan logistik untuk event open boot (jualan langsung),” sambungnya.

Saat ini, Hotel Rembangan memiliki 48 kamar dengan berbagai tipe kamar dan menawarkan berbagai jenis fasilitas. Dibandrol mulai Rp.210.000/malam, hotel rembangan siap memberikan pengalaman bersejarah sekaligus wisata alam yang masih bisa berada disekitaran kota.

Kini, Hotel Rembangan tak hanya menjadi tempat beristirahat di tengah kesejukan alam Jember. Ia juga menjadi simbol warisan budaya yang hidup. Ruangan-ruangan kayu tua, tangga batu, hingga kamar yang pernah disinggahi Bung Karno adalah potongan kecil dari perjalanan panjang sejarah negeri ini.

Seperti kata Ichwan, “Tugas kami bukan cuma menjaga bangunan, tapi juga menjaga cerita yang ada di dalamnya,” pungkasnya.

Penulis             : Mega

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Wali Kota London Sadiq Khan menyalakan lampu Ramadan di kawasan West End

London Sambut Ramadan 2026, 30 Ribu Lampu LED Hiasi West End

Polisi Blitar bagi cokelat kepada pengendara saat Valentine

Bikin Kaget! Dikira Razia, Pengendara di Kota Blitar Justru Dapat Cokelat dari Polisi

Wisatawan snorkeling menikmati air jernih di sekitar Pulau Gili Ketapang

Liburan 2 Hari di Probolinggo, Dari Laut Biru Gili Ketapang ke Sunrise Gunung Bromo

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In