Bacaini.ID, TRENGGALEK – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menegaskan komitmennya dalam mendorong reformasi pelayanan air bersih dengan menunjuk direktur baru Perumda Tirta Wening (PDAM) melalui proses seleksi terbuka dan objektif.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih profesional dan berpihak pada masyarakat.
Pelantikan direktur baru, Khoirul Ansori, dilakukan bersamaan dengan pengukuhan delapan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Namun, dalam momentum tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Ipin lebih menekankan pentingnya perubahan sistem dan peningkatan kualitas layanan PDAM.
Menurutnya, proses seleksi dilakukan tanpa melihat latar belakang personal kandidat, melainkan murni berdasarkan kualitas dan rekam jejak. Ia ingin memastikan bahwa posisi strategis di PDAM diisi oleh sosok yang benar-benar kompeten.
“Saya ingin pelayanan PDAM bisa lebih progresif. Seleksi kita buka, saya tidak kenal siapa orangnya, hanya melihat kualitas dan track record,” tegasnya.
Mas Ipin juga menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang harus segera dibenahi, seperti kebocoran jaringan, efisiensi operasional, serta optimalisasi sumber air. Ia meminta direktur baru segera melakukan asesmen menyeluruh guna memetakan masalah sekaligus merumuskan solusi konkret.
Tak hanya itu, Bupati juga mendorong inovasi dalam pengembangan usaha, salah satunya melalui penguatan lini Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Tirta Pure. Skema “cross cutting” yang dirancang diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru yang kemudian dikembalikan untuk peningkatan layanan air bersih.
“Keuntungan dari Tirta Pure nanti kita gunakan untuk memperbaiki layanan ke masyarakat. Jadi ada keberlanjutan,” imbuhnya.
Bagi Mas Ipin, pembenahan PDAM bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar warga. Ia berharap kepemimpinan baru mampu menjawab berbagai keluhan masyarakat, termasuk gangguan distribusi air yang kerap terjadi saat musim hujan.
Dengan langkah ini, Pemkab Trenggalek menegaskan arah kebijakan yang lebih transparan, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal.





