Bacaini.id, TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi generasi muda, khususnya di bidang olahraga sepak bola. Melalui inisiatif baru, ia mendorong lahirnya talenta-talenta lokal agar mampu bersaing di level regional hingga nasional.
Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu mengatakan, pengembangan talenta tidak bisa hanya bergantung pada sistem pembinaan yang sudah ada. Diperlukan gerakan bersama dengan melibatkan berbagai pihak untuk membuka lebih banyak peluang bagi pemain muda.
“Kita ingin talenta-talenta di Trenggalek ini punya jalan. Tidak bisa selamanya bergantung pada sistem yang sudah ada. Harus ada gerakan bersama, gotong royong untuk mencari dan membina mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama adalah menjaring pemain berbakat melalui berbagai kompetisi, baik di tingkat regional maupun nasional.
Dengan cara tersebut, para pemain muda diharapkan dapat terpantau dan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang.
“Harapannya ini bisa jadi ajang talent scouting. Nantinya mereka bisa direkomendasikan ke klub-klub yang lebih besar atau bahkan ditransfer untuk jenjang karier yang lebih tinggi,” jelasnya.
Selain itu, Mas Ipin juga mendorong adanya peran agen atau perwakilan yang dapat membantu menjembatani talenta lokal dengan klub profesional.
Dengan demikian, potensi pemain muda tidak berhenti di tingkat daerah saja.
Dalam program ini, peran pembinaan tidak hanya dilakukan oleh Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI yang selama ini menangani kompetisi dan klub lokal seperti Persiga.
Pemerintah daerah juga menggandeng sejumlah tokoh sepak bola berpengalaman melalui program bertajuk MNA.
Ia menegaskan, MNA bukanlah nama dirinya, melainkan akronim dari para legenda sepak bola yang terlibat dalam pembinaan tersebut.
“MNA itu Moah, Nanda, dan Ali. Mereka adalah pelaku sepak bola kawakan yang nanti akan membantu melatih dan membina talenta muda,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan muncul lebih banyak pemain potensial dari Trenggalek yang mampu menembus level profesional. Program ini juga menjadi alternatif jalur pembinaan di luar sistem formal yang selama ini berjalan.
“Dengan adanya dukungan para legenda, kita ingin talenta muda punya lebih banyak kesempatan untuk berkembang dan bersaing,” pungkasnya.





