Bacaini.id, KEDIRI – Tingginya harga cabai dalam beberapa pekan terakhir membuat Pemerintah Kabupaten Kediri mengadakan operasi pasar. Kegiatan ini dilakukan di halaman kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dikopusmik), Jumat, 12 Maret 2021.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramono mengatakan dalam kegiatan tersebut sebanyak 300 Kilogram cabai disediakan Pemkab Kediri, dan pemmbelinya hanya diperbolehkan para pelaku UMKM saja.
“Tujuan pemerintah mengadakan operasi pasar ini bukan untuk menekan harga cabai, tetapi untuk menyelamatkan pelaku UMKM yang terdampak dengan mahalnya harga cabai,” kata Dhito.
baca ini : Terlalu Mahal Warga Beralih Ke Cabai Kering
Dia juga mengatakan, harga yang diberikan pemerintah dalam pasar murah ini adalah Rp 50.000 per Kilogram. Namun untuk pengambilann barang para pembeli hanya dijatah 8 Kilogram saja.
“Memang pembeli kami khususkan bagi pelaku UMKM dan pedagang yang butuh stok cabai untuk usaha mereka. Kalau tidak begitu, nanti dibeli pedagang cabai, takutnya akan dijual lagi,” terangnya.
Bupati Kediri juga mengatakan kegiatan ini akan dilakukan secara bertahap. Operasi pasar hari pertama ini dikatakan sebagai awal dan akan menjadi evaluasi Pemkab Kediri. Hal itu sesuai yang dikeluhkan pelaku UMKM, selain itu tren mahalnya harga cabai diprediksi akan terjadi hingga bulan Mei.
“Mintanya beda-beda, bahkan ada yang minta operasi pasar seperti ini dilakukan setiap hari. Semua permintaan mereka akan kami tampung, kita cari jalan tengahnya. Kita lihat dulu animonya hari ini, baru kita bisa memutuskan bagaimana ke depannya,” jelas Dhito.
Lebih lanjut, Dhito berharap pasokan cabai didatangkan dari Kepung dan Puncu itu bisa menjadi solusi pelaku UMKM untuk keberlangsungan usahanya.
“Tujuan utama tentu perekonomian di masa pandemi ini bisa segera normal. Alhamdulillah, Kabupaten Kediri ini punya produksi cabai sendiri, dari petani kita sendiri. Kalau tidak, pasti harganya lebih tidak terkendali,” pungkasnya.(ADV)
Penulis : Novira Kharisma
Editor : Karebet
Tonton Vidionya :