Bacaini.ID, BANYUMAS – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP TASKIN), Budiman Sudjatmiko, mengingatkan pentingnya pengembangan sembilan sektor industri yang dapat mempercepat pembangunan ekonomi desa.
“Sektor-sektor ini berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa, khususnya mereka yang selama ini tergolong miskin,” kata Budiman saat melakukan kunjungan ke Desa Melung, Kedungbanteng, Banyumas, 13 Desember 2024.
Sektor-sektor tersebut adalah Industri Pangan, Pengelolaan, Kesehatan, Pendidikan, Hunian, Kreatif, Teknologi Digital, Industri Transportasi, dan Energi Terbarukan.
Dalam forum Rembug Desa Membangun ini, Budiman menyampaikan pentingnya pengembangan sembilan sektor industri yang dapat mempercepat pembangunan ekonomi desa. Salah satunya memperkuat kolaborasi pemerintah desa, kabupaten, masyarakat, dan sektor swasta dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Dalam kerangka ini, BP TASKIN berkomitmen untuk mengurangi angka kemiskinan secara signifikan dengan memfokuskan perhatian pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sektor-sektor yang memiliki potensi untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Ia menegaskan selama ini orang miskin hanya terlibat dalam pekerjaan yang terbatas, seperti mengangkut atau mencuci piring. Namun, dalam program ini, masyarakat miskin harus dilibatkan dalam seluruh sektor industri yang berkembang, sehingga mereka dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi.
“Orang miskin harus ikut dan terlibat dalam pembangunan ini. Mereka harus memiliki kesempatan untuk berperan dalam sembilan sektor industri yang sedang digalakkan pemerintah bersama BP TASKIN,” ujar Budiman.
Dengan melibatkan masyarakat miskin dalam sektor-sektor ini, Budiman berharap dapat memberikan mereka akses pada pekerjaan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Pemerintah bersama BP TASKIN berkomitmen untuk memastikan inklusi sosial dalam setiap aspek pembangunan, guna mewujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. Dengan ini, diharapkan desa-desa di Indonesia dapat menghadapi tantangan dan peluang pembangunan dengan lebih percaya diri dan berdaya saing di masa depan.
Penulis: Hari Tri Wasono