Bacaini.id, KEDIRI – Undangan untuk menjadi bridesmaid pernikahan Aaliyah Massaid dan Thoriq Halilintar sedang berseliweran di media sosial Tiktok dan Instagram.
Sebelumnya, bridesmaids pernikahan Mahalini dan Rizky Febian juga hangat diperbincangkan di media sosial lantaran diisi oleh para penyanyi perempuan yang lagi naik daun yang juga rekan Mahalini dalam kontes ajang pencarian bakat.
Mungkin bridesmaids kerap ditemui dalam pesta pernikahan di sekitar kita. Lantas, apa sebenarnya fungsi bridesmaids dalam sebuah pesta pernikahan? Yuk kita bahas.

Sejarah Bridesmaid
Bridesmaid atau pengiring pengantin sudah ada sejak zaman Romawi kuno ketika hukum Romawi mengharuskan 10 saksi untuk hadir di sebuah pernikahan. Kesepuluh saksi ini biasanya adalah teman kedua mempelai.
Pengiring pengantin laki-laki (groomsmen) maupun perempuan (bridesmaids) harus berpakaian layaknya pengantin, hal itu untuk membingungkan roh jahat (atau orang yang berniat jahat pada pengantin di kehidupan nyata) yang mungkin hendak menyakiti pasangan.
Tradisi Romawi kuno itu berlanjut turun temurun dan diikuti banyak kalangan.
Di Tiongkok juga terdapat tradisi ini sejak berabad-abad lalu, di mana pengiring pengantin memakai baju yang sama dengan pengantinnya untuk antisipasi bahaya yang mengancam mereka selama perjalanan menuju lokasi pernikahan.
Pada masa itu, untuk melangsungkan pesta pernikahan, pengantin perempuan biasanya harus menempuh jarak berkilo-kilo meter dan melewati medan yang tidak aman menuju desa pengantin laki-laki.
Pengiring pengantin pada masa itu memiliki tugas yang terhitung berat. Selain menjaga pengantin dari aksi perampokan atau penculikan, mereka juga secara spiritual bertugas “mengecoh” roh-roh jahat yang berniat mencelakakan sang pengantin.
Tugas yang sangat berat ya Readers.

Bridesmaid Kekinian
Setelah era Romawi kuno, tradisi bridesmaid ini masih berlangsung namun dengan fungsi yang lebih ringan. Perkembangan kebudayaan membuat nilai-nilai jadi lebih longgar termasuk mentalitas seksis secara keseluruhan yang tidak memberikan kebebasan kepada pengantin perempuan.
Kasus-kasus penculikan pengantin pun sudah tidak terjadi. Pada era ini, fungsi bridesmaids lebih bersifat seremonial. Membantu persiapan pernikahan khususnya untuk kepentingan calon pengantin perempuan, menyiapkan baju pengantin, undangan, mempersiapkan dekorasi pernikahan dan lainnya.
Bridesmaids mendapat tempat istimewa dalam pesta pernikahan karena mereka dianggap sebagai teman dekat pengantin yang telah banyak membantu proses berlangsungnya pesta pernikahan.
Biasanya bridesmaids yang terdiri dari beberapa perempuan, memakai baju cantik yang senada. Untuk di Indonesia sendiri, terutama dalam tradisi Jawa, sebenarnya sudah mengenal Pagar Ayu yang memiliki fungsi mirip dengan bridesmaids.
Hanya saja dalam Pagar Ayu atau Pagar Bagus, biasanya diisi oleh kerabat dari kedua pihak pengantin yang usianya lebih muda dan belum menikah. Sedangkan bridesmaids/groomsmen, lebih longgar.
Tidak harus kerabat dan usianya pun tidak ditentukan. Bahkan yang sudah menikah juga bisa menjadi bridesmaid jika dipilih oleh sang pengantin.
Dalam perkembangannya, pesta pernikahan dengan menghadirkan bridesmaids, telah menjadi ajang pengantin untuk menunjukkan prestise-nya.
Bridesmaids dipilih bukan lagi berdasarkan kedekatan emosional antara pengantin dan sahabat-sahabatnya, namun pengantin leluasa memilih siapapun orang yang mau dijadikan bridesmaid-nya.
Entah itu hanya untuk sekedar terlihat keren karena pesta pernikahannya menghadirkan bridesmaids sehingga dianggap mampu, atau untuk mengangkat citra diri sang pengantin lantaran menghadirkan orang-orang yang memiliki popularitas di masyarakat.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif