• Login
Bacaini.id
Sunday, February 22, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Brain Drain Lagi Tren, Fenomena Pindah Negara dengan Segala Imbasnya

ditulis oleh Editor
7 February 2025 18:17
Durasi baca: 3 menit
Brain Dain Lagi Tren, Fenomena Pindah Negara dengan Segala Imbasnya (foto ilustrasi/freepik)

Brain Dain Lagi Tren, Fenomena Pindah Negara dengan Segala Imbasnya (foto ilustrasi/freepik)

Bacaini.ID, KEDIRI – Media sosial sedang ramai memperbincangkan fenomena ‘brain drain’.

Apa itu? Keinginan dan ajakan untuk tinggal dan mencari kehidupan yang lebih baik di negara lain.

Dalam Cambridge Dictionary, brain drain diartikan sebagai situasi di mana banyak orang berpendidikan dan berkeahlian yang meninggalkan negara mereka.

Mereka angkat kaki untuk tinggal dan bekerja di negara lain yang menawarkan gaji lebih layak dan lingkungan yang lebih baik.

Tagar #KaburAjaDulu sempat jadi trending topic beberapa waktu lalu di media sosial.

Perbincangan mengenai negara mana saja yang jadi tujuan terus dibahas hingga kini.

Diaspora Indonesia di berbagai negara membagikan insight mereka mengenai negara yang mereka tinggali.

Dan ini disambut antusias oleh orang-orang muda Indonesia yang berencana mencari peluang menetap di luar negeri.

Fenomena brain drain ini terjadi karena beberapa sebab. National Institute of Health mengungkapkan sejumlah alasan.

Peluang lebih baik

Keinginan untuk pindah negara dipicu oleh pandangan bahwa negara lain memberi peluang kerja yang lebih baik.

Gaji besar, kondisi sosial politik negara asal yang dianggap tidak stabil, mencari lingkungan yang lebih sehat dan lainnya.

Teknologi yang lebih baik

Keinginan berpindah negara juga bisa didasari oleh kebutuhan akan akses teknologi tinggi.

Tinggal di negara maju memberi banyak peluang seseorang untuk berkembang maksimal dan lebih dihargai keahlian dan prestasinya.

Stabilitas politik

Ini yang seringkali menjadi alasan utama terjadinya brain drain. Kondisi politik negara yang tidak stabil dan ketidakpastian.

Kehilangan generasi dengan kualitas tinggi bagi sebuah negara pasti akan menimbulkan efek jangka panjang.

Di antaranya:

Hilangnya sumber daya manusia

Sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan untuk kemajuan sebuah negara. Hilangnya orang-orang berkualitas dari negara, menimbulkan efek jangka panjang yang serius.

Negara tanpa orang-orang pandai dan ahli, berpotensi menimbulkan kebangkrutan, kemunduran pembangunan mental dan fisik lantaran kalah bersaing dengan bangsa lain.

Dampak pada sistem kesehatan dan pendidikan

Pengurasan sumber daya manusia (brain drain) dan eksodus sumber daya manusia seringkali berdampak besar pada negara-negara berkembang.

Hal ini meninggalkan kekosongan yang sulit untuk diisi karena tidak banyak orang dengan keterampilan serupa yang dapat mengisi bidang tersebut.

Hilangnya pendapatan pajak dapat mengakibatkan pajak yang lebih tinggi untuk menutupi kekurangan.

Dampak turunannya adalah warga negara berpotensi sulit mengakses sumber daya berkualitas seperti pendidikan dan layanan kesehatan, dan tentu akan memengaruhi kualitas hidup mereka.

Di Indonesia, fenomena brain drain pernah terjadi pada tahun 60’an ketika kondisi politik Indonesia mengalami perubahan dari Orde Lama ke Orde Baru.

Para pelajar yang menimba ilmu di negara lain, terutama Rusia, akhirnya memilih untuk menetap dan berkarir di negara tersebut sebagai eksil. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: brain drainfenomenapindah negara
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana di kantor MPP. Foto: istimewa

Bupati Kediri Klaim Keberhasilan Pelayanan Publik, Terlalu Dini?

Gus Qowim Buka Festival Da’i Season 6 Dhoho TV

Hujan es dan angin robohkan bangunan di Jombang. Foto: bacaini/Syailendra

Hujan Angin dan Es Batu Terjang Permukiman di Jombang Jelang Berbuka Puasa

  • Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah saat refleksi satu tahun pemerintahan

    Jalan Rusak Mulai Mulus di Kabupaten Blitar, Komitmen Rijanto-Beky Dikebut Bertahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Pencucian Uang Rp 25,8 Triliun di Balik Penggeledahan Toko Emas Semar Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In