Bacaini.ID, KEDIRI – Keberadaan patung macan putih di Simpang Tiga Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri Jawa Timur membawa berkah bagi warga desa.
Lokasi patung macan putih yang penampakannya sempat dibully di media sosial lantaran anatominya yang tidak lazim, kini berubah menjadi wisata dadakan. Muncul lapak-lapak jualan makanan dan minuman.
Sejak viral awal Desember 2025 hingga hari ini orang-orang dari berbagai daerah terus berdatangan. Banyak yang penasaran. Mereka ingin menyaksikan langsung rupa patung macan putih yang viral itu.
Baca Juga: Hoaks Harimau Jawa di JLS Blitar dan Cerita Pembantaian Rampogan Macan
Informasi yang dihimpun Bacaini.id Sabtu (3/1/2026), pengunjung yang datang mencapai ratusan per harinya. Terutama di musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Mereka bukan hanya warga Jawa Timur khususnya daerah di sekitar Kediri. Tidak sedikit pengunjung yang datang dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan bahkan Jakarta.
Ada yang kebetulan melintas dan kemudian mampir untuk melihat patung macan putih sebelum melanjutkan perjalanan. Namun tidak sedikit yang memang bertujuan melihatnya langsung.
Di lokasi para pengunjung tidak ingin melewatkan momentum begitu saja. Rata-rata berswafoto dengan patung macan putih. Banyak juga anak-anak yang sampai naik ke atasnya.
Setiap momen bersama patung macan putih kemudian diposting di media sosial. Itu yang membuat cerita soal patung macan putih bermuka unik di Kediri terus viral di media sosial.
Qizwin Ahmad, salah seorang pengunjung asal Jakarta mengaku tertarik datang setelah melihat unggahan di media sosial. ia sengaja menyempatkan diri berkunjung bersama temannya yang mondok di salah satu pesantren di Jombang.
Menurutnya, jika patung tersebut tetap dipertahankan seperti sekarang dan tidak diubah akan terus mendatangkan pengunjung, karena bentuk dan keunikannya, memiliki daya tarik tersendiri.
“Awalnya lihat di media sosial, ternyata lucu dan bentuknya beda dari macan biasanya. Harapannya patung ini tetap dipertahankan. Meramaikan pedagang UMKM sekitar yang berjualan,” tutur Qizwin Ahmad.
Patung Macan Putih Kediri Hidupkan Ekonomi Kerakyatan
Sedikitnya ada 20 pedagang makanan dan minuman (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi patung macan putih Kediri. Lokasi yang sebelumnya sepi, kini berubah ramai.
Rouf, perangkat Desa Balongjeruk menuturkan peningkatan kunjungan dari luar kota berlangsung pada 2 pekan terakhir ini. Lokasi patung macan putih menjadi tempat wisata dadakan.
Kunjungan yang ramai berimbas pada ekonomi kerakyatan. Jualan makanan dan minuman di sekitar lokasi jadi laris. Bahkan terlihat ada yang berjualan merchandise bergambar macan.
“Memberi dampak ekonomi pada warga sekitar. UMKM jadi bergeliat,” terang Rouf.
Baca Juga: Benarkah Berbuat Jahat di 2 Desa di Kediri ini akan Dimangsa Harimau?
Suwari, Pembuat Patung Macan Kebanjiran Orderan
Monumen patung macan putih Kediri yang viral di media sosial itu dibuat oleh Suwari, warga setempat. Pembiayaan berasal dari uang pribadi kepala desa. Informasi yang dihimpun total Rp3,5 juta.
Dengan ongkos Rp2 juta Suwari mengerjakan monumen patung macan putih selama 18 hari. Ia kerjakan sendirian. Hasilnya patung yang awalnya viral lantaran dibully di media sosial, namun kemudian jadi berkah warga desa.
Suwari merupakan seniman lokal Kediri. Sebelumnya aktif di kesenian tradisional ludruk keliling. Perannya sebagai penabuh gamelan.
Suwari mengaku tidak menyangka hasil karyanya bisa viral dan menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Imbas dari patung macan putih yang viral, ia kebanjiran order.
Menurut Safi’i, Kades Balongjeruk Kediri, saat ini sudah ada 4 pesanan patung kepada Suwari. “Saat ini saja sudah ada 4 pesanan,” kata Safi’i.
Penulis: Agung K Jatmiko
Editor: Solichan Arif





