• Login
Bacaini.id
Monday, May 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Belajar Dari Golden Swalayan, Bagaimana Rapid Test Yang Benar?

ditulis oleh
21 June 2020 08:49
Durasi baca: 1 menit
Rapid Test. Foto unsplash

Rapid Test. Foto unsplash

KEDIRI – Pemeriksaan rapid test di Golden Swalayan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri dinilai keliru. Penerapan protokol kesehatan harus tetap memperhatikan kepentingan bisnis untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Sesuai peruntukannya, pemeriksaan cepat (rapid tes) dengan mengambil sedikit darah dari jari adalah untuk mengetahui potensi terjangkitnya Covid-19. Secara teori, pemeriksaan ini akan menghasilkan tiga kesimpulan; reaktif, non reaktif, atau reaktif palsu. “Butuh dites lagi untuk memastikan hasilnya. Ketika tetap reaktif, baru ditindaklanjuti dengan pemeriksaan PCR,” kata pengamat dan praktisi kesehatan Dr. Supriyanto Sp.B, FINACS, M.Kes.

Menurut Supriyanto, pelaksanaan rapid inilah yang justru kerap menjadi persoalan di lapangan. Ketika sosialisasi dan tindakan rapid tidak dilakukan dengan benar, akan memicu kepanikan masyarakat.

Pelaksanaan rapid di Golden Swalayan dinilai Supriyanto menimbulkan dampak yang merugikan banyak pihak. Hal ini terkait waktu pelaksanaan rapid test yang dilakukan di tengah aktivitas belanja dan memicu kegaduhan. Apalagi kemudian muncul informasi soal hasil rapid yang samar-samar tentang dua pegawai swalayan dan satu pengunjung.

Situasi ini makin runyam ketika keesokan harinya muncul broadcast tidak jelas yang berisi peringatan kepada pengunjung yang sempat berbelanja di Golden Swalayan dalam tujuh hari terakhir. Meski hal itu dipastikan hoax, namun informasi yang berkembang sudah berlangsung cepat.

Supriyanto mengatakan pelaksanaan rapid di tempat umum harus tetap mengindahkan psikologis massa. Bahkan sebisa mungkin pelaksanaan rapid test di tempat usaha harus meminimalisir kerugian kepentingan usaha. “Ada teknik khusus untuk melakukan rapid di swalayan, tempat umum, atau pabrik dengan karyawan besar,” katanya.

Pemerintah ataupun Gugus Tugas tidak boleh menebar kepanikan dalam upaya penanggulangan pandemi ini. Jika terjadi temuan, hasilnya cukup diketahui petugas dan pasien untuk dilakukan tracing dengan senyap. (*)

 

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Covid-19golden swalayanrapid test
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Agus (kiri) dan Bambang Soesatyo. Foto: Instagram @agus_hadsoe

Staf Bamsoet Flexing Naik Jet Pribadi, Warganet: Bingung Sumber Hartanya

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia dengan simbol kebebasan berekspresi dan aktivitas jurnalis

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Tema Perdamaian hingga Tantangan Kebebasan Media di Indonesia

Hamparan bunga liar berwarna-warni di Namaqualand saat musim semi

Wisata Bunga Liar Mendunia: Alternatif Selain Sakura, Ini Destinasi Terbaiknya

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In