• Login
Bacaini.id
Monday, January 26, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Aturan Belum Jelas, Pemdes di Jombang Tolak Sediakan Lahan Gerai Kopdes

Pemerintah desa di Jombang menolak terburu-buru menyediakan lahan gerai Kopdes karena aturan belum jelas dan konsep bisnis tidak sesuai dengan kebutuhan lokal.

ditulis oleh Redaksi
2 December 2025 17:57
Durasi baca: 2 menit
Kopdes Merah Putih di Desa Banjarsari, Jombang. Foto: bacaini/syailendra

Kopdes Merah Putih di Desa Banjarsari, Jombang. Foto: bacaini/syailendra

Bacaini.ID, JOMBANG – Sejumlah pemerintah desa di Kabupaten Jombang memilih menunda penyediaan lahan untuk pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih. Mereka beralasan aturan yang mengatur pelepasan aset desa ke koperasi belum jelas, sehingga kepala desa khawatir bisa terjerat masalah hukum.

Selain itu, konsep bisnis yang ditawarkan pemerintah dinilai tidak sesuai dengan rencana koperasi desa yang ingin mengembangkan potensi lokal masing-masing wilayah.

Desa Banjarsari Menolak

Salah satu desa yang menolak adalah Desa Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Pemerintah desa di kecamatan ini sepakat menunda penyerahan aset hingga ada aturan yang lebih pasti.

Ketua Kopdes Merah Putih Banjarsari, Basori, menjelaskan koperasi di desanya sudah berjalan sejak Agustus 2025. Saat ini koperasi tersebut memiliki 277 anggota dengan omzet penjualan mencapai Rp18 juta. Produk yang dijual berasal dari potensi lokal, seperti beras dan gula dari petani setempat, dengan harga yang kompetitif.

Kekhawatiran Soal Gerai

Basori menilai rencana pembangunan gerai baru dengan gudang justru bisa menyulitkan koperasi. Menurutnya, lokasi dan bangunan yang ada sudah cukup untuk kegiatan jual beli. Ia juga menyoroti harga komoditas yang akan dijual di gerai pemerintah lebih mahal dibanding harga lokal.

“Di koperasi kami gula bisa dijual Rp15 ribu, sementara di gerai rencananya harga di atas Rp17 ribu. Itu jelas tidak bisa bersaing,” keluhnya kepada Bacaini.ID, Selasa, 2 Desember 2025.

Basori berharap pembangunan gerai disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa. Ia menilai karakter dan kondisi tiap desa berbeda, sehingga tidak bisa dipaksakan dengan pola seragam. Apalagi jika pengurus koperasi harus menyetor 20 persen dari anggaran desa sebagai kompensasi.

Kepala Desa Minta Sinkronisasi Aturan

Kepala Desa Banjarsari, Basarudin, juga belum menyerahkan tanah seluas 1.000 meter sesuai permintaan pemerintah pusat. Ia menegaskan perlunya sinkronisasi aturan agar kepala desa tidak bingung dan aman secara hukum. “Program ini bagus, tapi jangan sampai menimbulkan masalah hukum bagi pemerintah desa,” ujarnya.

Menurut Basarudin, tidak semua desa membutuhkan gerai baru. Banyak desa lebih memilih mengembangkan koperasi sesuai potensi lokal dan kearifan masing-masing. Ia khawatir jika gerai dan komoditasnya dipaksakan oleh pemerintah melalui BUMN, justru ekonomi warga sekitar tidak berkembang.

Penulis: Syailendra
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: jombangkoperasikoperasi desa merah putih
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Buang Limbah Ayam di Sungai Brantas, Warga Jombang Diperiksa Polisi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

Sekolah atau Koperasi? 9 SD di Tulungagung Diusulkan Jadi Gerai KDMP, 3 Masih Aktif

Ilustrasi Ratu Kalinyamat, Ratu Jepara abad ke-16 yang memimpin armada laut melawan Portugis di Malaka

Ratu Kalinyamat: Ratu Jepara yang Membuat Portugis Ketar-ketir

Ilustrasi GERD atau penyakit asam lambung yang viral dikaitkan dengan kematian selebgram Lula Lahfah

GERD Bisa Mematikan? Polemik Kematian Lula Lahfah dan Fakta yang Terungkap

  • Angin kencang dan awan gelap melanda wilayah Jawa Timur saat BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem

    Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Harapan Jaya Terobos Lampu Merah, Tabrak Mobil, Motor, dan Rumah di Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Perlu Wisata Alam, Kuliner Khas Nganjuk Ini Bikin Orang Rela Balik Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In