• Login
  • Register
Bacaini.id
Monday, September 1, 2025
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
Bacaini.id

Apa itu Co-Parenting? Pola Pengasuhan Anak Pasca Perceraian

ditulis oleh Editor
08/07/2025
Durasi baca: 4 menit
520 6
0
Apa itu Co-Parenting? Pola Pengasuhan Anak Pasca Perceraian

Apa itu Co-Parenting? Pola Pengasuhan Anak Pasca Perceraian (foto ilustrasi Baim Wong dan Paula/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Co-parenting atau pengasuhan bersama merupakan pendekatan yang makin populer bagi orang tua yang berpisah.

Seperti yang dilakukan artis Baim Wong dan Paula Verhoeven setelah melewati drama perpisahan yang viral.

Keduanya telah berdamai dan menjalankan co-parenting demi dua buah hati mereka.

Meskipun tidak lagi hidup bersama sebagai pasangan, banyak orang tua yang memilih tetap bekerja sama demi kesejahteraan anak.

Co-parenting adalah model pengasuhan yang dilakukan oleh dua orang tua yang telah bercerai atau berpisah, namun tetap komitmen bekerja sama membesarkan anak.

Konsep utama dari co-parenting adalah membangun komunikasi yang efektif, menghormati peran orang tua masing-masing dan membuat keputusan bersama demi kepentingan anak.

Manfaat Co-Parenting

• Kesejahteraan Emosional Anak

Co-parenting yang efektif membantu anak merasa lebih aman karena mereka tidak harus memilih salah satu orang tua.

Anak merasa dicintai dan dihargai oleh kedua orang tua meskipun mereka sudah tidak bersama.

• Mengurangi Stres Anak

Perceraian atau perpisahan orang tua sering kali menyebabkan kecemasan pada anak.

Dengan adanya kerjasama orang tua dalam co-parenting, anak dapat merasakan stabilitas dan keamanan emosional.

• Pembelajaran Peran yang Seimbang

Anak mendapatkan kesempatan untuk belajar dari dua figur orang tua yang berbeda, baik dari segi nilai, gaya hidup, maupun cara berkomunikasi, yang membantu perkembangan mereka secara menyeluruh.

Tantangan dalam Co-Parenting

Meski terdengar ideal, co-parenting memiliki tantangan tersendiri. Berikut beberapa masalah umum yang sering muncul:

• Emosi dan Konflik yang Belum Selesai

Perselisihan pribadi yang belum selesai bisa memengaruhi cara orang tua berinteraksi satu sama lain. Ini dapat memengaruhi hubungan anak dengan kedua orang tuanya.

• Perbedaan Gaya Pengasuhan

Salah satu orang tua mungkin lebih tegas, sementara yang lainnya lebih santai.

Perbedaan dalam cara mendidik anak bisa menyebabkan kebingungannya, terutama jika tidak ada kesepakatan mengenai aturan yang diterapkan di rumah masing-masing.

• Kehadiran Pasangan Baru

Ketika salah satu orang tua memiliki pasangan baru, ini bisa menambah ketegangan, baik antara orang tua yang sudah bercerai maupun anak itu sendiri.

Tip Sukses dalam Co-Parenting

• Fokus pada Kepentingan Anak

Pastikan segala keputusan yang dibuat berfokus pada kebutuhan anak, bukan pada konflik pribadi antara orang tua.

• Buat Aturan dan Rutinitas yang Konsisten

Konsistensi adalah kunci. Pastikan kedua orang tua sepakat tentang hal-hal dasar seperti waktu tidur, aturan teknologi, dan tanggung jawab sehari-hari lainnya.

• Komunikasi yang Terbuka dan Jelas

Gunakan saluran komunikasi yang efektif, misalnya aplikasi chat khusus orang tua atau kalender bersama untuk mencatat jadwal anak.

Selalu sampaikan informasi secara langsung dan terbuka.

• Hormati Batasan

Jangan coba-coba untuk mengontrol kehidupan pribadi mantan. Terutama jika mereka sudah memiliki pasangan baru. Hormati privasi masing-masing demi kesejahteraan anak.

• Jangan Melibatkan Anak dalam Konflik

Anak harus dijaga dari drama orang tua. Hindari menjadikan mereka sebagai pihak yang terlibat dalam perselisihan atau konflik orang tua.

• Saling Mendukung

Jangan merasa canggung untuk meminta bantuan mantan dalam situasi tertentu, apalagi bila anak membutuhkan bantuan ekstra. Misal saat anak sakit atau dalam kondisi bahaya.

Saling mendukung akan membuat pengasuhan menjadi lebih efektif.

Co-parenting bukanlah hal yang mudah dilakukan. Tetapi ketika dilakukan dengan komitmen, saling pengertian, dan komunikasi yang terbuka, pengasuhan anak pasca perceraian dapat lebih harmonis dan menyejahterakan anak.

Dengan menjadikan kepentingan anak sebagai prioritas utama, orang tua bisa tetap bekerja sama meskipun mereka sudah berpisah, memastikan anak tumbuh dengan kasih sayang dari kedua orang tua.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: apa itu co-parentingco-parentingmengenal co-parentingpengasuhan anakpengasuhan bersamaperceraian
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Dindik Kota Kediri Lakukan Sosialisasi Jadwal Pelaksanaan PPDB 2023

Usai Kerusuhan, Pembelajaran PAUD Sampai SMA Dilakukan di Rumah

Massa pengunjuk rasa di Kediri membakar mobil patroli polisi

123 Perusuh Ditangkap Polres Kediri, Mulai Pelajar SMP Sampai Dewasa

Kapolres Blitar Kota sebut aksi massa di Blitar penyerangan

Aksi Massa di Blitar Bukan Demo, Kapolres: Ini Penyerangan

  • Bupati Blitar merayakan puncak hari jadi yang dibayangi isu gratifikasi

    Isu Gratifikasi Membayangi Puncak Hari Jadi Blitar

    2893 shares
    Share 1157 Tweet 723
  • Huru-hara Aksi Massa di Blitar Ambyar Dilawan Warga

    657 shares
    Share 263 Tweet 164
  • Kronologi Diduga Mobil Wabup Blitar Tanpa Nopol Lepas Kendali

    725 shares
    Share 290 Tweet 181
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    15527 shares
    Share 6211 Tweet 3882
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    16613 shares
    Share 6645 Tweet 4153

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL

© 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist