• Login
Bacaini.id
Saturday, February 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ponpes Tebuireng Jombang Protes Hilangnya KH Hasyim Asy’ari Dari Buku Sejarah

ditulis oleh
21 April 2021 12:46
Durasi baca: 3 menit
Ponpes Tebuireng Jombang. Foto: Bacaini/Syailendra

Ponpes Tebuireng Jombang. Foto: Bacaini/Syailendra

Bacaini.id, JOMBANG – Keluarga besar KH Hasyim Asyari di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang protes atas tindakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menghapus nama Hadratus Syech Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid 1 yang diterbitkan Kemdikbud. Foto pendiri Nahdlatul Ulama ini hanya tampak di sampul depan saja.

KH Irfan Yusuf, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng mengatakan hilangnya nama pendiri  NU ini sangat mengherankan. Dia menuding hal ini sengaja dihilangkan oleh pihak tertentu. “Kami mempertanyakan kenapa dihilangkan, bukan hilang. Karena di sampulnya ada tapi dalamnya tidak ada,” ujarnya kepada Bacaini.id.

baca ini Kisah Sayembara KH Hasyim Asyari di Pondok Kapurejo

Gus Irfan menambahkan dalam buku Kamus Sejarah Jilid I justru muncul tokoh lain termasuk tokoh Belanda. Seperti sosok Gubernur Belanda hj Van Mook yang diceritakan lahir di Semarang 30 Mei 1894. Serta sejumlah tokoh komunis yang disebut dalam pembahasan Kamus Sejarah. Tokoh  komunis yang dimasukan adalah tokoh komunis pertama di Asia Henk Aneevliet.

Kementrian Pendidikan yang dipimpin Nadiem Makarim sempat memberi klarifikasi jika penyusunan Kamus Sejarah Indonesia ini adalah program lama. Namun Gus Irfan tetap melihat peristiwa sepert ini bukan yang pertama di Indonesia.

Para pengambil kebijakan cenderung  melemparkan sesuatu kepada masyarakat, dan menyalahkan orang lain saat terjadi kericuhan. “Saat ini mereka menyalahkan para terdahulu,” kritik pemilik Pondok Pesantren Al Faroz ini.

baca ini Hari Santri Meneladani Resolusi Jihad KH Hasyim Asyari

Yang terpenting, bagi Gus Irfan, penyusunan sejarah tidak boleh sekedar menurut para penyusun saja. Namun ada nilai sejarahnya yang menjadi spirit mengambil nilai-nilai terdahulu. Termasuk nilai yang dikembangkan KH Hasyim Asy’ari untuk warga Nahdliyin dan Indonesia.

Saat ini keluarga Pondok Pesantren Tebuireng sudah melakukan pembahasan terhadap persoalan ini. Termasuk rumusan penyampaian keberatan terhadap Buku Kamus Sejarah tersebut. “Kalau memang belum masuk, ya dimasukan. Kalau tidak perlu kenapa dipaksanakan masuk,” tambahnya.

baca ini Burung Keramat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang

Kamus Sejarah Indonesia ini terdiri atas dua jilid, yakni Jilid I Nation Formation (1900-1950) dan Jilid II Nation Building (1951-1998). Pada sampul Jilid I terpampang foto Hadratus Syech Hasyim Asy’ari. Hanya saja  pendiri Nahdlatul Ulama itu justru tidak ditulis nama dan perannya dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Desakan untuk mengkoreksi buku itu juga datang dari Ketua DPD RI La Nyala Mataliti saat berkunjung ke makam pendiri NU di Komplek Pondok Pesantren Tebuireng. La Nyala meminta pelurusan sejarah karena peran KH Hasyim Asyari sebagai Pahlawan Nasional tak diragukan. “Ini tokoh Pahlawan nasional,” sebutnya.

Penulis: Syailendra
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kh hasyim asy'ariponpes tebuireng jombang
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

PT Freeport Indonesia. Foto: istimewa

Kepemilikan Saham Indonesia Atas PT Freeport Indonesia Naik 63 Persen

Presiden Prabowo Subianto menerima 12 pengusaha terbesar Amerika Serikat dalam pertemuan di Washington DC. Foto: BPMI Setpres

Manuver Presiden Prabowo Temui 12 Raksasa Bisnis AS

Aktivitas di Pasar Pon Trenggalek. Foto: bacaini/Aby Kurniawan

Berburu Takjil dan Menu Berbuka di Pasar Pon Trenggalek

  • Ilustrasi penggeledahan toko emas oleh Bareskrim. Foto: bacaini/AI

    Jejak Pencucian Uang Rp 25,8 Triliun di Balik Penggeledahan Toko Emas Semar Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Rusak Mulai Mulus di Kabupaten Blitar, Komitmen Rijanto-Beky Dikebut Bertahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Istri Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Narkoba, Tidak Ditetapkan Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In