Poin Penting:
- Tabrakan dua kereta cepat di Urda, Spanyol, menewaskan 69 orang dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka.
- Pemerintah Spanyol menetapkan tiga hari berkabung nasional setelah kecelakaan yang melibatkan kereta Renfe dan Iryo.
- Gangguan sistem keselamatan LZB dan komunikasi pusat kendali menjadi fokus investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
Bacaini.ID, SPANYOL – Tabrakan dua kereta cepat di Spanyol menewaskan 69 orang dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka. Tragedi kecelakaan kereta cepat Spanyol yang melibatkan kereta AVE milik operator publik Renfe dan kereta Iryo tersebut mengguncang dunia transportasi Eropa. Pemerintah Spanyol pun menetapkan tiga hari berkabung nasional. Sementara di tengah hari berkabung nasional Spanyol sejumlah asosiasi pekerja menyerukan aksi mogok sebagai bentuk protes dan tuntutan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan sistem komputerisasi jalur kereta cepat yang mulai menua.
Kecelakaan kereta Renfe dan kereta Iryo pada Rabu malam (28/10/2026) itu terjadi di kawasan Urda, Provinsi Toledo, pada jalur utama yang menghubungkan Madrid dengan wilayah selatan Andalusia. Gangguan sistem keselamatan kereta dan komunikasi pusat kendali kini menjadi fokus investigasi untuk mengungkap penyebab tabrakan. Kementerian Transportasi dan Mobilitas Berkelanjutan Spanyol dan otoritas darurat regional Castilla-La Mancha menyebut 69 orang tewas dan puluhan luka-luka, dengan 15 di antaranya kritis dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Kedua kereta api cepat yang terlibat kecelakaan diketahui sedang melaju di koridor yang sama menuju selatan. Tabrakan tipe alcance atau dari belakang terjadi di titik Kilometer 118, wilayah yang berdekatan dengan kota Urda, Provinsi Toledo. Laporan teknis awal dari Administrador de Infraestructuras Ferroviarias (Adif), badan pengelola infrastruktur perkeretaapian Spanyol, menunjukkan bahwa kereta Iryo terpaksa menghentikan lajunya atau berjalan sangat lambat akibat adanya kendala teknis pada rangkaian.
Pada saat yang sama, kereta AVE Renfe yang datang dari arah belakang melaju di jalur sama tanpa menyadari keberadaan kereta di depannya. Benturan keras tidak terhindarkan. Kekuatan tabrakan menyebabkan dua gerbong belakang kereta Iryo hancur total, sementara lokomotif depan dan gerbong pertama kereta AVE keluar dari rel hingga ringsek.
Gangguan Sistem LZB Jadi Fokus Investigasi
Otoritas keselamatan transportasi Spanyol kini memfokuskan penyelidikan pada kombinasi kegagalan sistem proteksi otomatis dan kesalahan manusia. Jalur kereta cepat Madrid-Sevilla dilengkapi dengan sistem keamanan Linienzugbeeinflussung (LZB), sebuah teknologi transmisi kontinu yang secara otomatis memantau kecepatan kereta dan menjaga jarak aman antar-armada guna mencegah tabrakan.
Namun, beberapa saat sebelum insiden terjadi, sistem komputer utama yang mengendalikan LZB di sektor tersebut dilaporkan mengalami gangguan teknis parah atau pemadaman (blackout). Ketika sistem otomatis ini lumpuh, protokol keselamatan mengharuskan kendali operasional dialihkan secara manual oleh petugas pengatur lalu lintas kereta api di pusat kendali operasional.
Berdasarkan data awal dari kotak hitam dan transkrip rekaman audio yang berhasil diamankan oleh tim penyelidik yudisial, ditemukan adanya indikasi kuat mengenai “perintah yang jenuh dan membingungkan” yang dikeluarkan dari pusat kendali kepada masinis kereta AVE Renfe.
Petugas disinyalir memberikan izin verbal kepada kereta untuk terus melaju dengan kecepatan yang melebihi batas aman dalam kondisi darurat manual, tanpa menyadari bahwa sistem penanda posisi kereta di layar monitor mereka tidak memperbarui lokasi kereta Iryo yang sedang mandek di depan. Komunikasi yang janggal dan tidak akurat inilah yang diduga kuat menjadi pemicu utama masinis tidak sempat melakukan pengereman darurat secara maksimal.
Serikat Pekerja Soroti Keamanan Kereta Cepat
Sesaat setelah tabrakan terjadi, sistem darurat darat langsung diaktifkan. Lebih dari 200 petugas pemadam kebakaran, 50 unit ambulans, serta helikopter medis dari komunitas Madrid dan Castilla-La Mancha dikerahkan ke lokasi Kilometer 118 di Urda. Medan yang cukup gelap dan struktur gerbong yang ringsek parah menyulitkan proses evakuasi yang berlangsung hingga Jumat pagi, 30 Oktober 2026.
Menteri Transportasi Spanyol, dalam konferensi pers darurat di Madrid, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. “Prioritas utama kami saat ini adalah mengidentifikasi seluruh korban meninggal secara akurat, mendampingi keluarga yang berduka, dan merawat mereka yang terluka di rumah sakit. Secara paralel, tim audit independen dari Komisi Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian (CIAF) telah diterjunkan untuk mengusut tuntas mengapa sistem keamanan cadangan gagal bekerja,” tegasnya.
Berdasar laporan El Pais, tragedi nasional ini langsung memicu reaksi keras dari serikat pekerja perkeretaapian di Spanyol. Serikat masinis dan staf darat menyatakan keprihatinan mendalam dan mengkritik beban kerja di pusat kendali operasional Adif yang dinilai terlalu tinggi, terutama saat menghadapi kegagalan sistem digital terintegrasi.
Beberapa asosiasi pekerja bahkan telah menyerukan aksi mogok kerja terbatas sebagai bentuk protes dan tuntutan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan sistem komputerisasi jalur kereta cepat berumur yang kini mulai menua.
Untuk sementara waktu, Adif telah menutup total operasional seluruh jalur kereta api berkecepatan tinggi (Alta Velocidad) yang menghubungkan Madrid dengan wilayah Andalusia, yang mencakup rute ke Sevilla, Málaga, dan Granada. Seluruh perjalanan kereta cepat terpaksa dibatalkan, dan pihak Renfe serta Iryo mengalihkan para penumpang menggunakan armada bus darurat atau menawarkan pengembalian tiket penuh.
Proses pembersihan rel, perbaikan bantalan jalur, serta evakuasi bangkai kereta di Kilometer 118 diprediksi akan memakan waktu hingga beberapa hari ke depan sebelum koridor selatan ini bisa dinyatakan aman untuk dibuka kembali. (bl/sa)




