• Login
Bacaini.id
Thursday, October 29, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Harimau Jantan Terekam Bersama Anak-anaknya

Dokumenter Tiger Island di Nepal merekam interaksi harimau jantan dengan anak-anaknya, mengungkap perilaku satwa liar yang jarang teramati

ditulis oleh Solichan Arif
29 October 2026 18:21
Durasi baca: 5 menit
Harimau jantan bersama anak-anaknya dalam rekaman dokumenter satwa liar di Nepal

Dokumenter Tiger Island merekam interaksi harimau jantan dengan anak-anaknya di alam liar Nepal (foto ilustrasi)

Reporter: Bromo Liem | Editor: Solichan Arif

Poin Penting:

  • Momen langka: dokumenter Tiger Island merekam harimau jantan bersama anak-anaknya di Nepal, meski spesies ini dikenal cenderung hidup soliter.
  • Perilaku pengasuhan: dokumenter juga memperlihatkan harimau betina merawat anak dari betina lain, tetapi alasan perilaku tersebut masih membutuhkan penelitian.
  • Teknologi dan konservasi: drone membantu merekam aktivitas satwa dari jarak jauh, sementara perlindungan harimau juga perlu mempertimbangkan masyarakat yang tinggal di sekitar habitatnya.

Bacaini.ID, KEDIRI – Harimau dikenal sebagai satwa soliter yang cenderung hidup menyendiri dan dianggap sebagai perilaku harimau di alam liar. Namun, rekaman dokumenter Tiger Island produksi PBS Nature di Nepal memperlihatkan pemandangan yang jarang teramati di alam liar, yakni seekor harimau jantan berada bersama anak-anaknya, sementara induk betina beristirahat tidak jauh dari mereka.

Momen harimau di Nepal tersebut memperlihatkan sisi lain kehidupan harimau liar yang belum sepenuhnya dipahami. Selain merekam interaksi antara pejantan dan anak-anaknya, dokumenter ini juga menampilkan seekor harimau betina yang merawat anak milik betina lain. Dalam rekaman harimau jantan terlihat berkomunikasi dengan anak-anaknya melalui gerakan kepala, sedangkan induknya beristirahat di dekat mereka.

Baca Juga: Macan Tutul Muncul di Kawasan Bromo Semeru, Ini Langkah TNBTS

Selama ini, harimau betina diketahui membesarkan anak-anaknya sendiri hingga sekitar dua tahun, tanpa keterlibatan langsung pejantan. Ahli biologi satwa liar sekaligus pembuat film, Dan O’Neill, menilai rekaman itu memperlihatkan betapa kompleksnya perilaku harimau yang belum sepenuhnya dipahami manusia. Kepada Live Science, O’Neill mengatakan temuan tersebut menunjukkan masih banyak hal yang belum terungkap tentang kehidupan harimau. Perilaku satwa ini dinilai jauh lebih beragam daripada gambaran umum yang berkembang selama ini.

Harimau Jantan Bersama Anak-anaknya, Perilaku yang Jarang Terlihat

Selain interaksi antara pejantan dan anak-anaknya, dokumenter Tiger Island juga merekam seekor harimau betina yang merawat anak harimau milik betina lain. Perilaku tersebut menarik perhatian karena pengasuhan anak harimau umumnya dikaitkan dengan induk biologisnya.

Meski demikian, pengamatan sebelumnya juga telah menunjukkan adanya perilaku pengasuhan bersama di antara harimau betina. Peristiwa seperti ini tergolong jarang sehingga dokumentasi tambahan diperlukan untuk memahami seberapa sering perilaku tersebut terjadi.

Salah satu kemungkinan yang diajukan O’Neill berkaitan dengan upaya meningkatkan peluang hidup anak harimau. Dalam kondisi tertentu, anak harimau dapat dibunuh oleh pejantan lain, terutama ketika pejantan baru mengambil alih wilayah kekuasaan. Perilaku membunuh anak dari individu lain ini dikenal sebagai infanticide.

Pada sejumlah spesies kucing besar, perilaku tersebut telah diamati sebagai bagian dari persaingan reproduksi. Namun, pola dan pemicunya dapat berbeda pada setiap spesies maupun situasi. Pengasuhan oleh betina lain diduga dapat membantu melindungi anak harimau dari berbagai ancaman. Meski begitu, dugaan tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut agar fungsi perilaku pengasuhan bersama pada harimau dapat dipastikan.

Rekaman ini sekaligus memperlihatkan bahwa perilaku satwa liar tidak selalu dapat dijelaskan melalui kategori yang kaku. Harimau memang dikenal hidup menyendiri, tetapi bukan berarti setiap individu selalu menghindari interaksi dengan harimau lain.

Menurut O’Neill, kehidupan satwa liar berlangsung secara dinamis dan beragam. Karena itu, perilaku yang jarang terlihat tidak serta-merta dapat dianggap tidak pernah terjadi.

Drone Membantu Mengungkap Kehidupan Harimau di Alam Liar

Adegan-adegan langka dalam Tiger Island berhasil direkam dengan bantuan drone yang dilengkapi lensa dengan kemampuan pembesaran optik tinggi dan baling-baling yang relatif senyap.

Teknologi tersebut memungkinkan kru mengamati harimau di lokasi yang sulit dijangkau tanpa terlalu mengganggu aktivitas satwa. Pengamatan dari jarak jauh juga memberikan kesempatan untuk merekam perilaku yang mungkin berubah apabila kehadiran manusia terdeteksi.

Sementara itu, kamera jebak atau camera trap yang lazim digunakan dalam penelitian satwa liar biasanya dipasang di jalur yang sering dilalui hewan. Metode tersebut efektif untuk mendeteksi keberadaan satwa dan merekam aktivitasnya, tetapi tidak selalu mampu memperlihatkan interaksi yang berlangsung di luar jangkauan kamera.

Penggunaan drone dalam dokumenter tersebut membuka peluang untuk mengamati perilaku harimau secara lebih luas. Meski demikian, efektivitas metode ini tetap bergantung pada kondisi lapangan, karakter satwa, serta penerapan prosedur pengamatan yang meminimalkan gangguan terhadap hewan.

Dokumentasi semacam ini penting karena pengetahuan tentang perilaku satwa liar menjadi salah satu dasar dalam menyusun strategi konservasi. Semakin banyak perilaku yang berhasil diamati, semakin besar peluang bagi peneliti untuk memahami kebutuhan dan cara hidup satwa di habitat alaminya.

Persoalan konservasi harimau tidak hanya berkaitan dengan perlindungan habitat dan penelitian perilaku. Interaksi antara harimau dan manusia juga menjadi tantangan yang perlu diperhitungkan.

Harimau (Panthera tigris) dapat hidup berdekatan dengan permukiman manusia ketika habitatnya berbatasan atau bertumpang tindih dengan wilayah yang digunakan masyarakat. Dalam situasi tertentu, konflik dapat terjadi ketika harimau memangsa ternak atau menyerang manusia.

O’Neill menegaskan bahwa risiko serangan terhadap manusia tidak dapat diabaikan. Karena itu, upaya konservasi perlu mempertimbangkan kondisi masyarakat yang hidup berdampingan dengan satwa tersebut.

Pendekatan konservasi yang hanya berfokus pada perlindungan hewan tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat berpotensi mengabaikan persoalan yang muncul di lapangan. Kerugian akibat ternak yang dimangsa, ancaman keselamatan, dan terbatasnya ruang hidup satwa dapat memengaruhi hubungan masyarakat dengan upaya pelestarian.

O’Neill, yang juga memiliki pengalaman meneliti jaguar, puma, dan macan tutul salju melalui organisasi konservasi kucing liar Panthera, menilai dukungan kepada masyarakat merupakan bagian penting dari perlindungan satwa.

Menurutnya, membantu masyarakat yang menanggung dampak hidup berdampingan dengan predator besar merupakan salah satu cara mendukung konservasi harimau. Dengan demikian, rekaman dalam Tiger Island tidak hanya memperluas pemahaman tentang perilaku harimau. Dokumentasi tersebut mengingatkan bahwa pelestarian satwa liar butuh pendekatan yang mempertimbangkan perilaku hewan sekaligus hubungan mereka dengan lingkungan dan manusia. (bl/sa)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: dokumenter satwaharimaukonservasi harimaunepalPBS Natureperilaku hewansatwa liartiger island
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Harimau jantan bersama anak-anaknya dalam rekaman dokumenter satwa liar di Nepal

Harimau Jantan Terekam Bersama Anak-anaknya

Plengsengan dan pagar Kantor Desa Sobo di Munjungan, Trenggalek, yang longsor setelah hujan

Plengsengan Kantor Desa Sobo Trenggalek Longsor Usai Diguyur Hujan

Perempuan usia 40 tahun mengenakan baju berwarna dusty rose untuk penampilan yang segar

Usia 40 Tahun, Warna Baju Ini Bikin Wajah Terlihat Lebih Segar

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In