Bacaini.ID, BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menyerahkan bantuan 200 alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani di Kabupaten Blitar. Bantuan alsintan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mendukung kesejahteraan petani Blitar melalui pembangunan pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.
Pertanian merupakan salah satu sektor strategis di Kabupaten Blitar. Dalam peresmian sekretariat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Tani Mandiri di Kelurahan Bajang Kecamatan Talun, Bupati Rijanto ingin pembangunan pertanian tidak hanya mengejar peningkatan hasil panen, tapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.
Pesannya, peningkatan kualitas produk, efisiensi biaya produksi, nilai tambah, hingga pelestarian lingkungan di kawasan pertanian menjadi faktor penting yang harus diperhatikan semua pihak. “Peningkatan kualitas produk, efisiensi biaya produksi, nilai tambah, hingga kelestarian lingkungan juga harus menjadi perhatian,” ujar Bupati Blitar Rijanto Rabu (21/10/2026).
Dalam momentum itu, Bupati Rijanto menyerahkan bantuan sebanyak 200 alsintan kepada sejumlah petani Kabupaten Blitar. Terkait keberadaan sekretariat gapoktan, bupati berharap semakin menguatkan kerja sama antar petani, termasuk memperluas akses informasi dan pertanian modern.
Menurutnya sekretariat gapoktan harus bisa menjadi ruang sharing pengalaman, membahas persoalan pertanian, mengembangkan inovasi, membangun kemitraan dengan pemerintah, penyuluh, lembaga keuangan dan pelaku usaha.”Jangan hanya sekadar berkumpul dan malah lupa pekerjaan,” harapnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Setiyana, mengatakan, pemberian bantuan alsintan diharapkan bisa membantu petani dalam meningkatkan efisiensi kerja dan menunjang kegiatan produksi. Adapun alsintan yang diberikan meliputi satu unit combine harvester besar, dua unit transplanter, 60 unit pompa air, 47 unit alsintan lain, serta tiga unit hand tractor.
Sementara M.F.A. Maskuri, Ketua Gapoktan Karya Tani Mandiri Kabupaten Blitar, menilai keberadaan sekretariat sebagai langkah penting dalam rangka memperkuat komunikasi dan konsolidasi antar kelompok tani. Pembahasan terkait persoalan petani bisa dilakukan lebih mudah. “Adanya sekretariat merupakan langkah penting,” ujarnya. (*)




