Bacaini.id, JEMBER- Kereta api tak hanya menjadi sarana transportasi. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember juga menghadirkan rail library, perpustakaan mini di atas kereta yang menyediakan koleksi buku cetak hingga buku elektronik (e-book).
Fasilitas ini diperkenalkan kepada anak-anak dalam kegiatan Rail Clinic di Stasiun Sempolan, Jember, Rabu (21/10/2026). Kehadiran perpustakaan tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal ruang baca dengan suasana berbeda dari perpustakaan sekolah pada umumnya.
Salah satu siswa kelas V SD Sumberjati 2, Bilal Al Fattah Maulana, mengaku senang saat mengunjungi perpustakaan itu bersama teman-temannya. Ia tertarik dengan suasana perpustakaan yang sejuk dan koleksi buku yang tersedia.
“Seru, sejuk, sama bukunya banyak,” ujar Bilal.
Meski mengaku tidak terbiasa membaca, Bilal menikmati kunjungan tersebut. Ia juga mengikuti kegiatan edukasi lain yang diselenggarakan dalam rangkaian Rail Clinic, termasuk pembelajaran mengenai cara menyikat gigi yang benar.
Sementara itu, Vice President KAI Daop 9 Jember Hengky Prasetyo mengatakan, rail library menyediakan beragam buku yang dapat dimanfaatkan anak-anak. Selain buku cetak, tersedia pula bahan bacaan digital yang memperluas pilihan akses terhadap informasi.
“Ini ada perpustakaan mini, perpustakaan modern dengan buku-buku yang cukup lengkap, buku-buku baru. Termasuk tadi juga kami sudah cek, ada e-book yang nanti akan dinikmati oleh adik-adik yang saat ini hadir,” kata Hengky.
Menurut dia, keberadaan rail library menjadi salah satu bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) KAI. Fasilitas ini melengkapi kegiatan Rail Clinic yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mencakup edukasi bagi masyarakat.
Pada 2026, Rail Clinic KAI Daop 9 Jember dilaksanakan di dua lokasi. Setelah Stasiun Sempolan, kegiatan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Stasiun Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (22/10/2026).
Di Stasiun Sempolan, KAI menargetkan sekitar 200 warga menerima layanan kesehatan gratis. Sebanyak 17 tenaga medis, termasuk empat dokter spesialis dan empat dokter umum, diterjunkan untuk memberikan pelayanan.
Kegiatan tersebut juga mencakup pembagian kacamata gratis, bantuan kursi roda melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas KAI, serta edukasi keselamatan perjalanan kereta api dan perlintasan sebidang.
Melalui rangkaian kegiatan ini, KAI berupaya memperluas manfaat kehadirannya bagi masyarakat, mulai dari akses layanan kesehatan hingga pengenalan sarana edukasi bagi anak-anak. (meg)




