Bacaini.ID, KEDIRI – Kecamatan Ngancar tidak hanya dikenal sebagai salah satu kawasan menuju Gunung Kelud. Wilayah ini juga memiliki destinasi berbasis tanaman hias, yakni Kampung Anggrek di Desa Sempu, yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang tertarik pada dunia tanaman.
Anggrek memiliki daya tarik tersendiri karena keragaman bentuk dan warna bunganya. Tanaman ini juga membutuhkan perhatian dalam perawatan, mulai dari pemilihan media tanam, pengaturan kelembapan, pencahayaan, hingga pengendalian hama. Pengetahuan semacam itu dapat menjadi materi menarik untuk dikembangkan dalam wisata edukasi.
Kehadiran destinasi yang mengangkat tanaman hias memberikan peluang untuk mempertemukan kegiatan rekreasi dengan pengenalan budidaya. Pengunjung tidak hanya melihat bunga sebagai objek yang indah, tetapi juga dapat mengenal proses perawatan dan upaya yang diperlukan untuk menghasilkan tanaman berkualitas.
Dari sisi ekonomi, pengembangan wisata berbasis tanaman hias dapat membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal. Tanaman yang dibudidayakan berpotensi dipasarkan kepada pengunjung, sementara produk pendukung seperti pot, media tanam, dan perlengkapan perawatan dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Model wisata seperti ini juga memberi ruang bagi kegiatan edukasi untuk anak-anak, keluarga, maupun komunitas pecinta tanaman. Program kunjungan yang dilengkapi pengenalan dasar budidaya, misalnya, dapat membuat wisata lebih bermakna dibandingkan sekadar berkeliling melihat koleksi bunga.
Namun, pengembangan destinasi berbasis budidaya perlu memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan produksi dan kenyamanan pengunjung. Pengaturan jalur kunjungan, informasi mengenai jenis tanaman, serta ketersediaan fasilitas dasar akan membantu menciptakan pengalaman yang lebih baik.
Kampung Anggrek juga memiliki peluang untuk dikaitkan dengan destinasi lain di Kecamatan Ngancar. Wisatawan dapat menyusun perjalanan yang menggabungkan wisata tanaman hias, kuliner lokal, dan panorama pegunungan, sehingga kunjungan mereka memberikan manfaat lebih luas bagi usaha masyarakat.
Dengan promosi yang tepat dan pengelolaan yang berkelanjutan, Kampung Anggrek dapat memperkaya ragam wisata Kabupaten Kediri. Potensi ini sekaligus menunjukkan bahwa daya tarik daerah tidak hanya berasal dari bentang alam, tetapi juga dari kreativitas masyarakat dalam mengembangkan kegiatan budidaya menjadi pengalaman wisata.(ADV)




