• Login
Bacaini.id
Saturday, October 10, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kuku Rapuh dan Gampang Patah? Ini Biang Keroknya

Kuku yang mudah terbelah atau mengelupas tak selalu menandakan kekurangan kalsium. Paparan air, bahan kimia, kebiasaan perawatan kuku, hingga kondisi kesehatan tertentu bisa menjadi penyebabnya

ditulis oleh Solichan Arif
10 October 2026 17:01
Durasi baca: 5 menit
Kuku rapuh dan gampang patah akibat berbagai faktor

Kuku rapuh dan mudah patah dapat dipengaruhi kebiasaan perawatan, paparan bahan kimia, asupan nutrisi, dan kondisi kesehatan tertentu (foto ilustrasi)

Reporter: Bromo Liem | Editor: Solichan Arif

Poin Penting:

  • Kuku rapuh dan gampang patah tidak selalu berkaitan dengan kekurangan kalsium.
  • Mengurangi paparan air dan bahan kimia, menggunakan pelembap, serta memenuhi kebutuhan nutrisi dapat membantu menjaga kondisi kuku.
  • Perubahan kuku yang menetap, berubah warna, menebal, atau disertai keluhan lain perlu diperiksa tenaga kesehatan.

Bacaini.ID, KEDIRI – Kuku rapuh dan gampang patah kerap dianggap sebagai tanda kekurangan kalsium. Padahal, kondisi kuku mudah patah bisa dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari, paparan air dan bahan kimia, penggunaan produk perawatan kuku, hingga masalah kesehatan tertentu. Mengetahui penyebab kuku rapuh dan cara mengatasi kuku rapuh menjadi langkah awal untuk menentukan perawatan yang tepat.

Pada sebagian orang, perubahan kondisi kuku juga berkaitan dengan proses penuaan atau penyakit tertentu. Karena itu, mengatasi kuku rapuh tidak cukup hanya dengan mengoleskan minyak atau menggunakan produk penguat kuku. Faktanya, kuku tersusun dari keratin, yaitu protein yang membentuk struktur keras pada kuku. Kuku rapuh memiliki beragam penyebab dan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya indikator kekurangan zat gizi tertentu.

Apa Sebab Kuku Rapuh dan Mudah Patah?

Dalam istilah medis, kuku yang mudah pecah, terbelah, atau mengelupas dikenal sebagai brittle nails. Salah satu bentuk yang umum adalah onychoshizia, yaitu kondisi ketika lapisan kuku terbelah secara horizontal sehingga ujungnya tampak mengelupas.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), paparan air berulang dan bahan kimia dapat membuat kuku lebih rentan mengalami kerusakan. Namun, faktor tersebut bukan satu-satunya penyebab.

Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan.

• Terlalu sering terkena air dan bahan pembersih.

Kegiatan mencuci piring, mencuci pakaian, atau membersihkan rumah membuat kuku berulang kali mengalami kondisi basah dan kering. Siklus tersebut dapat melemahkan struktur kuku. Deterjen dan bahan pembersih tertentu juga dapat mengiritasi kulit di sekitar kuku.

• Penggunaan produk perawatan kuku.

Penggunaan aseton berulang, pengikiran berlebihan, serta prosedur kuku buatan tertentu dapat menyebabkan kuku menjadi kering dan rapuh. Kebiasaan mengelupas kuteks dengan paksa juga berisiko mengangkat lapisan permukaan kuku.

• Kekurangan zat gizi.

Kekurangan zat besi dapat berkaitan dengan perubahan kuku, termasuk kuku yang menjadi tipis atau berbentuk cekung seperti sendok. Sementara itu, kekurangan protein dan malnutrisi juga dapat memengaruhi pertumbuhan kuku. Meski demikian, kuku rapuh saja tidak cukup untuk memastikan adanya kekurangan nutrisi.

• Perubahan akibat usia.

Seiring bertambahnya usia, kuku dapat mengalami perubahan tekstur dan pertumbuhan. Sebagian orang mengalami kuku yang semakin kering dan mudah terbelah, sedangkan sebagian lainnya mengalami kuku yang menebal.

• Kondisi kesehatan tertentu.

Gangguan tiroid, psoriasis, dan infeksi jamur dapat memengaruhi penampilan serta kekuatan kuku. Jika kuku berubah warna, menebal, terlepas dari bantalan kuku, atau mengalami perubahan bentuk yang tidak biasa, penyebabnya perlu diperiksa.

Cara Mengatasi Kuku Rapuh melalui Perawatan dan Asupan Nutrisi

Kabar baiknya, kuku rapuh akibat kebiasaan sehari-hari sering kali dapat membaik setelah sumber kerusakan dikurangi. Namun, perbaikannya membutuhkan waktu karena kuku tangan tumbuh perlahan. Kuku yang rusak tidak langsung pulih hanya dengan satu kali perawatan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

• Gunakan pelembap secara rutin.

Oleskan petroleum jelly atau krim pelembap pada kuku dan kutikula, terutama setelah mencuci tangan dan sebelum tidur. Menjaga kelembapan membantu mengurangi kekeringan yang membuat kuku mudah terbelah.

• Lindungi kuku saat melakukan pekerjaan rumah.

Gunakan sarung tangan ketika mencuci piring atau bersentuhan dengan deterjen dan bahan pembersih. Setelah selesai, keringkan tangan dengan baik dan aplikasikan pelembap.

• Hindari kebiasaan yang merusak kuku.

Potong kuku dengan rapi, jangan mengorek atau mengelupas lapisan kuku, dan hindari mengikir permukaannya secara agresif. Beri jeda penggunaan kuteks, kuku gel, atau kuku buatan apabila kuku mulai menipis dan rapuh.

• Penuhi kebutuhan nutrisi dari makanan.

Konsumsi makanan beragam yang mengandung protein, zat besi, zinc, dan vitamin dalam jumlah memadai. Telur, ikan, daging, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan sumber protein lainnya dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian.

Tidak semua orang membutuhkan suplemen untuk memperbaiki kuku. Suplemen zat besi sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan, terutama karena kelebihan zat besi dapat berbahaya.

Suplemen biotin juga kerap dipasarkan untuk memperkuat kuku. Namun, bukti manfaatnya pada orang yang tidak mengalami kekurangan biotin masih terbatas. Biotin dosis tinggi bahkan dapat mengganggu hasil sejumlah pemeriksaan laboratorium, termasuk pemeriksaan hormon tiroid dan beberapa tes yang berkaitan dengan jantung. Karena itu, konsultasikan penggunaannya kepada tenaga kesehatan.

Kapan Kuku Rapuh Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Kuku yang sesekali patah akibat terbentur atau terlalu panjang umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika kuku terus-menerus rapuh meskipun sudah dirawat, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebab yang mendasarinya.

Periksakan diri apabila perubahan kuku berlangsung lama, terjadi pada banyak kuku tanpa penyebab yang jelas, atau disertai kuku yang berubah warna, menebal, terlepas, maupun berubah bentuk. Kuku yang tampak cekung seperti sendok, terutama jika disertai kelelahan, pucat, atau sesak saat beraktivitas, juga perlu dievaluasi karena dapat berkaitan dengan anemia.

Segera cari pertolongan medis jika area sekitar kuku mengalami kemerahan yang meluas, pembengkakan, nyeri berat, atau mengeluarkan nanah. Garis gelap baru pada kuku yang semakin melebar atau meluas ke kulit di sekitarnya juga perlu diperiksa oleh dokter kulit.
Dokter akan menilai kondisi kuku dan gejala lain yang menyertai sebelum menentukan apakah diperlukan pemeriksaan tambahan, seperti tes darah atau pemeriksaan untuk infeksi jamur.

Kuku rapuh tidak selalu menandakan masalah kesehatan serius. Akan tetapi, kondisi ini juga tidak tepat jika selalu dianggap sebagai akibat kekurangan kalsium. Perawatan yang benar, perlindungan dari bahan kimia, dan asupan gizi seimbang merupakan langkah awal yang masuk akal.

Jika masalah menetap atau disertai perubahan yang tidak biasa, mencari tahu penyebabnya jauh lebih bermanfaat daripada mencoba berbagai suplemen tanpa pemeriksaan. (bl/sa)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: kesehatan kukukuku rapuhnutrisiperawatan kukutips kesehatan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kuku rapuh dan gampang patah akibat berbagai faktor

Kuku Rapuh dan Gampang Patah? Ini Biang Keroknya

Pasangan suami istri mengevaluasi anggaran dan pengeluaran keuangan keluarga

Keuangan Keluarga Sering Jebol? Bisa Jadi Karena Salah Urus

Perempuan belajar mengatasi people pleasing dan menetapkan batasan diri

Berhenti Jadi Perempuan Tidak Enakan, Kamu Berhak Berkata Tidak

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In