Bacaini.ID, KEDIRI – Persoalan masyarakat di lingkungan desa sering kali datang lebih cepat daripada kehadiran pemerintah. Gangguan ketertiban, bencana, persoalan lingkungan hingga kebutuhan sosial sehari-hari lebih dulu dihadapi orang-orang yang berada paling dekat dengan warga. Salah satunya adalah Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
Karena itu, peran Satlinmas kini didorong agar tidak berhenti pada urusan keamanan dan ketertiban. Mereka diharapkan ikut terlibat dalam penanganan bencana, menjaga lingkungan, serta mendukung berbagai program pembangunan di tingkat desa dan kelurahan.
Penguatan peran tersebut menjadi salah satu pesan dalam konsolidasi Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) di Jawa Tengah. Kegiatan yang dirangkai dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu menjadi momentum memperkuat organisasi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Apel Akbar Satlinmas digelar di Stadion Pandanaran Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026). Sekitar 8.000 anggota Satlinmas dari berbagai kabupaten dan kota hadir dalam kegiatan tersebut.
Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung, Reda Manthovani, mengatakan anggota Satlinmas harus mampu menjadi contoh dalam menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Satlinmas itu juga bisa tertib, tertib untuk menertibkan masyarakat di sekitar. Jadi mereka ini bisa menjadi contoh di lingkungan masyarakat masing-masing bahwa ketertiban itu diperlukan,” kata Reda.
Menurut Reda, peran masyarakat dalam menjaga ketertiban perlu diperkuat karena Satlinmas berada langsung di tengah kehidupan warga. Keberadaan mereka tidak hanya dibutuhkan saat kegiatan besar, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan di lingkungannya.
Selain Satlinmas, penguatan juga diarahkan kepada Badan Permusyawaratan Desa melalui ABPEDNAS. Organisasi tersebut diharapkan ikut memperkuat tata kelola pemerintahan desa, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan pengawasan program pembangunan.
“Soliditas para pengurus diperlukan agar fungsi organisasi dapat benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Reda.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Teguh Subroto dikukuhkan sebagai Ketua DPD ASLINMAS Jawa Tengah sekaligus Ketua Pembina ABPEDNAS Jawa Tengah. Kepengurusan ABPEDNAS di enam kota di Jawa Tengah juga dikukuhkan.
Dengan pengukuhan tersebut, struktur ASLINMAS dan ABPEDNAS disebut telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Penguatan organisasi tidak hanya diarahkan pada pembentukan kepengurusan. ASLINMAS dan ABPEDNAS juga mendorong program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan anggota dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sejumlah program yang telah berjalan antara lain usaha ayam petelur di Kabupaten Semarang dan Karanganyar, budidaya ikan air tawar dengan sistem bioflok, pengembangan greenhouse, serta berbagai kegiatan usaha produktif lainnya.
Sekjen ASLINMAS dan ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana mengatakan peningkatan kesejahteraan anggota menjadi salah satu perhatian organisasi. Menurutnya, anggota Satlinmas merupakan bagian dari masyarakat yang selama ini berada di garis depan dalam membantu menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan.
“Harapan kami meningkatkan kesejahteraan para Linmas ini yang memang garda terdepan penyelamatan masyarakat,” kata Adhitya.
Perhatian terhadap lingkungan juga mulai menjadi bagian dari program organisasi. ASLINMAS mendorong gerakan memilah sampah bersama masyarakat sebagai salah satu bentuk keterlibatan Satlinmas dalam persoalan lingkungan.
Dalam kegiatan di Kabupaten Semarang, sebanyak 21 kendaraan roda tiga atau bentor disalurkan untuk mendukung gerakan pemilahan sampah. Bantuan tersebut berasal dari dukungan CSR sejumlah perusahaan dan lembaga, di antaranya Antam, Pegadaian, Bank Syariah Indonesia, Nindya Karya, Hutama Karya dan Artha Graha Peduli.
Selain program lingkungan, ASLINMAS juga memberikan bantuan kepada anggota Satlinmas yang mengikuti apel berupa beras, makanan kemasan dan sejumlah produk lainnya.
Rangkaian kegiatan tersebut ditempatkan dalam semangat peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Bagi ASLINMAS, nilai pengabdian kepada masyarakat tidak cukup berhenti pada seremoni, tetapi perlu diwujudkan melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan warga.
Di tingkat desa dan kelurahan, peran tersebut menjadi penting karena Satlinmas merupakan salah satu unsur masyarakat yang berhadapan langsung dengan persoalan sehari-hari.
Sementara ABPEDNAS diarahkan untuk memperkuat peran BPD dalam mengawal pemerintahan dan pembangunan desa. Pembangunan dari tingkat bawah diharapkan dapat ikut mendorong pemerataan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.(htw/edt)




