Poin Penting:
- IKAPETE menyatakan alumni Tebuireng siap berkontribusi dalam kepengurusan PBNU 2026-2031.
- IKAPETE tidak akan melakukan intervensi karena penyusunan kepengurusan merupakan hak Ketua Umum PBNU.
- Jaringan IKAPETE kini mencakup 18 wilayah, 84 PC, serta dua PCI di Makkah dan Mesir.
Bacaini.ID, JOMBANG – Alumni Pesantren Tebuireng Jombang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) menyatakan siap berkontribusi dalam kepengurusan PBNU 2026-2031 jika mendapat amanah dari Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
Hal itu diungkapan Prof. Dr. KH Masykuri Bakri, Ketua Presidium Nasional IKAPETE usai pelantikan pengurus IKAPETE periode 2026-2031 di masjid induk Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (26/9/2026). Pelantikan dilakukan oleh Gus Kikin selaku Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang.
KH Masykuri Bakri juga mengatakan IKAPETE Jombang tidak akan melakukan intervensi terkait penyusunan kepengurusan PBNU. Menurutnya, penentuan struktur kepengurusan merupakan hak prerogatif Ketua Umum PBNU terpilih.
“Kita pasrahkan semuanya kepada Ketua Umum terpilih. Kita sendiri tidak akan intervensi, tapi beliau pasti akan melihat anak-anak bangsa seluruh Indonesia yang memiliki kemampuan untuk mengisi di dalam kepengurusan. Pengurus PBNU itu adalah hak prerogatif beliau,” katanya.
Meski demikian, IKAPETE memastikan para alumni Tebuireng siap apabila nantinya dilibatkan dalam jajaran kepengurusan PBNU. “Ketika IKAPETE dilibatkan untuk masuk di dalam jajaran pengurus, harus siap. Begitu,” sambungnya.
Disampaikan bahwa IKAPETE memiliki banyak kader alumni dengan latar belakang kompetensi yang beragam. Apabila nantinya diminta memberikan rekomendasi nama, pihaknya siap menyampaikan kader sesuai dengan kebutuhan dan bidang keahlian masing-masing.
“Alumni Pesantren Tebuireng ini di bidang kesehatan banyak, di bidang ekonomi banyak, di bidang teknokrasi banyak, dalam bidang birokrasi juga banyak, dalam bidang politisi juga banyak, dalam bidang keagamaan juga banyak, pendidikan juga banyak, lingkungan juga banyak,” ujarnya.
Menurut KH Masykuri Bakri, keberagaman latar belakang alumni Pesantren Tebuireng menjadi potensi besar untuk mendukung berbagai bidang pengabdian, baik dalam organisasi keagamaan maupun pembangunan masyarakat.
Selain kesiapan kader, IKAPETE juga terus memperkuat konsolidasi organisasi melalui jaringan alumni di berbagai daerah. Saat ini, IKAPETE memiliki kepengurusan di 18 wilayah se-Indonesia, 84 Pengurus Cabang (PC), serta dua Pengurus Cabang Internasional (PCI) di Makkah dan Mesir.
Dengan jaringan alumni yang semakin luas, IKAPETE berharap kontribusi lulusan Pesantren Tebuireng dapat terus berkembang melalui kerja sama dengan Nahdlatul Ulama, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat. (sya/sa)




