Bacaini.ID, JEMBER – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember terus menyiapkan berbagai alternatif solusi untuk menata para pedagang di kawasan Pasar Tanjung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh Satuan Tugas (Satgas) Revitalisasi Pasar Tanjung yang melibatkan lintas sektor, mulai dari Dishub hingga Satpol PP.
Kepala Diskopumdag Jember, Sartini, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan dan penyiapan area di dalam gedung pasar untuk menampung pedagang luar. Di area lantai dua sisi selatan, disiapkan tempat yang mampu menampung 69 pedagang dengan estimasi ukuran lapak 1,5 x 2,3 meter. Selain itu, lantai dua sisi utara (area Tapean) juga disiapkan untuk menampung sekitar 30 pedagang.
“Namun jumlah pedagang di Jalan Untung Suropati yang mencapai 221 orang dan Jalan Samanhudi sebanyak 147 orang tentu tidak mencukupi jika hanya mengandalkan lantai dua. Oleh karena itu, kami juga menyiapkan alternatif lain di Pasar Gebang dengan luas area 400 meter persegi, khususnya untuk pedagang yang menggunakan mobil pickup,” jelas Sartini pada Selasa, (22/9/2026).
Atur Mekanisme Bongkar Muat Pedagang Luar Daerah
Terkait keberadaan pedagang pikap asal luar daerah seperti dari Banyuwangi, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso yang kerap langsung berjualan di jalanan bawah, Sartini menyebut mereka sebenarnya berperan sebagai pemasok barang bagi pedagang di dalam pasar.
Untuk mengatasi kemacetan tanpa memutus rantai pasok, Pemkab Jember akan menerapkan aturan waktu bongkar muat barang (drop zone) di Jalan Samanhudi. Pedagang pikap hanya diizinkan parkir dalam hitungan menit atau jam untuk menurunkan barang dagangan ke lantai atas sebelum harus segera meninggalkan lokasi.
“Tahap awal kami akan memberikan sosialisasi kepada para pedagang pikap agar mematuhi aturan yang disepakati bersama,” tambahnya. (meg/adv)




