Bacaini.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember tidak ingin Tajemtra 2026 berhenti sebagai agenda tahunan dan perayaan HUT Kemerdekaan. Gelaran gerak jalan Tanggul-Jember Tradisional itu diarahkan menjadi event yang ikut menggerakkan ekonomi warga, terutama pelaku UMKM, sektor informal hingga pariwisata.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan efisiensi sejumlah kegiatan di lingkungan Disporabudpar yang dinilai tidak memberikan efek berganda terhadap perekonomian. Anggaran dan perhatian kemudian diarahkan pada kegiatan yang dianggap memiliki dampak lebih luas.
“Tajemtra tahun ini kita ikhtiarkan agar semakin meriah, menjadi pemersatu warga Jember, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” kata Bupati Fawait.
Tajemtra 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (5/9/2026). Sejumlah kategori telah disiapkan, mulai perorangan putra dan putri hingga beregu pelajar dan beregu umum.
Hingga 16 Agustus 2026, jumlah pendaftar telah mencapai 13.794 orang. Pemkab Jember memproyeksikan angka tersebut masih akan bertambah hingga pelaksanaan kegiatan.
Bupati Fawait menargetkan jumlah peserta bisa mencapai 20 ribu hingga 25 ribu orang.
“Melihat tren pendaftaran saat ini, kami optimistis jumlah peserta bisa mencapai target 20.000 hingga 25.000 orang,” ujarnya.
Bukan Sekadar Mengejar Jumlah Peserta
Besarnya jumlah peserta menjadi salah satu modal yang diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi selama Tajemtra berlangsung.
Ribuan orang yang datang dan mengikuti rute puluhan kilometer dari Tanggul menuju pusat Kota Jember berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan di sepanjang jalur. Pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima, penyedia jasa, hingga sektor pariwisata menjadi kelompok yang diharapkan ikut merasakan dampaknya.
Namun, target multiplier effect tersebut pada akhirnya tidak hanya bergantung pada banyaknya peserta. Aktivitas ekonomi yang muncul selama event juga perlu dipastikan benar-benar memberi ruang bagi pelaku usaha lokal.
Pemkab Jember sendiri menyatakan fokus event tahun ini memang diarahkan pada kegiatan yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap sektor informal dan UMKM.
Karena itu, keberhasilan Tajemtra tidak hanya dapat dilihat dari jumlah peserta yang mencapai garis finis, tetapi juga dari sejauh mana keramaian tersebut mampu menciptakan transaksi dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sepanjang jalur maupun kawasan tujuan.
Bupati Fawait juga mengajak masyarakat, instansi Pemkab Jember, lembaga vertikal, TNI dan Polri untuk ikut meramaikan Tajemtra 2026.
Ia menyebut dirinya juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti langsung perjalanan tersebut dengan berjalan kaki dari Tanggul menuju pusat Kota Jember.
Tajemtra kemudian diharapkan bukan hanya menjadi ruang berkumpul warga dalam merayakan kemerdekaan, tetapi juga menjadi salah satu event yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Jember. (meg/adv)




