Bacaini.id, JEMBER – Program Jember Cinta Kesehatan (JCK) milik Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan 10 ribu penerima manfaat. Namun hingga Senin (17/8/2026), baru sekitar 4 ribu data warga yang tercatat dalam program tersebut.
Artinya, masih ada sekitar 6 ribu penerima yang harus dijangkau untuk memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Program JCK menjadi salah satu layanan kesehatan yang ditawarkan Pemkab Jember secara gratis kepada masyarakat. Tidak hanya warga Jember, masyarakat dari luar daerah juga diperbolehkan mendaftarkan diri untuk mendapatkan layanan tersebut.
Kebijakan membuka akses bagi warga luar daerah membuat cakupan penerima program menjadi lebih luas. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menuntut pemerintah memastikan target penerima di Jember sendiri tetap dapat terjangkau.
Pemkab Jember menyebut pendaftaran dilakukan untuk mendata masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Data tersebut kemudian menjadi dasar dalam pelaksanaan program.
Masih Ada 6 Ribu Target yang Harus Dijangkau
Dengan target 10 ribu penerima dan baru sekitar 4 ribu yang terdata, perluasan akses menjadi pekerjaan berikutnya bagi pemerintah daerah.
Terlebih, layanan kesehatan gratis tidak hanya berkaitan dengan tersedianya fasilitas.
Informasi mengenai program, kemudahan pendaftaran, serta kemampuan masyarakat menjangkau layanan juga menjadi faktor yang menentukan apakah program benar-benar sampai kepada kelompok yang membutuhkan.
Pemkab Jember menyatakan program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa terbebani biaya.
Bagi masyarakat, keberadaan program semacam JCK dapat menjadi alternatif ketika kebutuhan pelayanan kesehatan tidak mudah dipenuhi karena keterbatasan biaya maupun akses.
Namun, keberlanjutan program juga akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga pendataan penerima, memastikan pelayanan berjalan, serta memperluas jangkauan hingga target yang telah ditetapkan tercapai.
Dengan masih adanya sekitar 6 ribu target penerima yang belum terdata, tantangan JCK berikutnya bukan sekadar menjalankan program, melainkan memastikan masyarakat yang membutuhkan benar-benar mengetahui dan dapat mengakses layanan tersebut. (meg/adv)




