• Login
Bacaini.id
Wednesday, September 16, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Homecare Jember Sasar 25 Ribu Keluarga, Layanan Kesehatan Makin Dekat ke Warga

ditulis oleh Hari Tri Wasono
16 September 2026 18:13
Durasi baca: 3 menit
Bupati Jember, Muhammad Fawait saat turun ke lapangan untuk meninjau program Home care

Bupati Jember, Muhammad Fawait saat turun ke lapangan untuk meninjau program Home care

Reporter: Mega | Editor: Hari Tri Wasono

Bacaini.id, Jember – Mendapatkan layanan kesehatan tidak semestinya menjadi persoalan bagi warga yang memiliki keterbatasan fisik maupun ekonomi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat program Homecare, layanan kesehatan gratis yang dirancang untuk mendatangi langsung warga yang membutuhkan.

Program tersebut kini mulai diarahkan untuk menjangkau 25 ribu keluarga sebagai sasaran awal. Mereka nantinya akan mendapatkan kunjungan secara rutin setiap bulan, terutama bagi kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan kesehatan khusus.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, Homecare lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Sebab, keberadaan fasilitas kesehatan gratis belum tentu membuat seluruh warga mudah mendapatkan pengobatan. Kondisi ekonomi, keterbatasan fisik hingga penyakit kronis dapat menjadi hambatan bagi sebagian masyarakat untuk datang ke fasilitas kesehatan.

“Banyak dari mereka terhalang keterbatasan ekonomi maupun fisik, meskipun pemerintah sudah menyediakan fasilitas pengobatan gratis,” kata Gus Fawait saat mengunjungi salah seorang lansia di Kecamatan Puger, Minggu (16/8/2026).

Untuk memastikan layanan berjalan menyeluruh, Pemkab Jember melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Program Homecare tidak hanya ditempatkan sebagai urusan Dinas Kesehatan, tetapi menjadi kerja bersama lintas sektor.

Di tingkat kecamatan, pengawasan melibatkan OPD, camat hingga kepala puskesmas. Masing-masing memiliki peran sesuai dengan persoalan yang ditemukan di lapangan.

Dinas Kesehatan melalui puskesmas menangani kebutuhan medis dan pengobatan rutin pasien. Sementara Dinas Sosial berperan dalam pendataan serta penanganan persoalan kemiskinan penerima manfaat. Persoalan lain yang ditemukan saat kunjungan juga dapat ditindaklanjuti melalui OPD terkait.

Misalnya, rumah warga yang tidak layak huni dapat disinergikan dengan program bedah rumah. Kendala administrasi kependudukan ditangani melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Sementara Dinas Komunikasi dan Informatika mendukung penyebarluasan informasi mengenai program kepada masyarakat.

Pola tersebut membuat Homecare tidak berhenti pada pemberian layanan kesehatan, tetapi sekaligus membuka ruang bagi pemerintah untuk menemukan persoalan lain yang dihadapi keluarga penerima manfaat.

Pada tahap awal, Pemkab Jember telah melakukan uji coba pendataan dengan sasaran 25 ribu keluarga. Program ini diprioritaskan bagi lima kelompok masyarakat yang dinilai membutuhkan perhatian lebih.

Kelompok tersebut meliputi lansia dengan keterbatasan fisik, ibu hamil berisiko tinggi, anak dengan kondisi stunting, penyandang disabilitas, serta masyarakat miskin yang mengalami penyakit menahun atau kronis.

Gus Fawait menegaskan, pemerintah akan terus melakukan penyisiran hingga ke permukiman warga agar kelompok yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan tidak terlewatkan.

Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Makna kemerdekaan bagi masyarakat adalah ketika kebutuhan dasarnya terpenuhi, salah satunya pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Melalui Homecare, Pemkab Jember ingin memastikan layanan kesehatan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Sebaliknya, pemerintah hadir dengan mendatangi warga, terutama mereka yang paling membutuhkan.

Program ini sekaligus menjadi upaya Pemkab Jember membangun pola pelayanan yang lebih responsif dengan menjadikan kondisi nyata masyarakat sebagai dasar dalam menentukan intervensi. (meg/adv)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Foto: IG@sosokbisnis

Bisnis Iklan Anjlok, MNC Group Resmi Lepas iNews ke Republikorp

Bupati Jember, Muhammad Fawait saat turun ke lapangan untuk meninjau program Home care

Homecare Jember Sasar 25 Ribu Keluarga, Layanan Kesehatan Makin Dekat ke Warga

Pedagang beras Trenggalek tertekan program pangan murah

Pemerintah Cabut Izin Edar 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In