• Login
Bacaini.id
Saturday, August 29, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pemilihan Ketum PBNU Disepakati Lewat Voting

ditulis oleh Hari Tri Wasono
29 August 2026 20:10
Durasi baca: 3 menit
Muktamar ke-35 NU Jombang pemilihan Ketua Umum PBNU dan Rais Aam 2026-2031

Pemilihan Ketua Umum PBNU dan Rais Aam masa khidmah 2026-2031 menjadi agenda utama Muktamar ke-35 NU di Jombang (foto/ist)

Reporter: Solichan Arif | Editor: Hari Tri Wasono

Bacaini.ID, JOMBANG – Pembahasan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode mendatang dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang mengalami dinamika sejak tingkat sidang komisi hingga berlanjut ke sidang pleno, Sabtu (29/8/2026).

Pembahasan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU bermula dari Sidang Komisi Organisasi yang belum berhasil mencapai kesepakatan. Pimpinan Sidang Komisi Organisasi Prof Asrorun Niam mengatakan pembahasan mengenai syarat pencalonan sudah disepakati dibuat longgar, sepanjang memenuhi persyaratan inti yang ditetapkan dalam AD/ART.

Ia menjelaskan pembahasan mekanisme pemilihan sempat diskors sejak semalam dan baru dilanjutkan kembali pagi harinya setelah pembahasan isu lain dituntaskan terlebih dahulu hingga akhirnya menghasilkan dua opsi. Opsi pertama adalah pemilihan langsung dengan sistem satu orang satu suara atau one man one vote, yang tetap disertai persetujuan Rais Aam terpilih.

Sementara opsi kedua adalah mekanisme penjaringan melalui Pengurus Cabang (PCNU) dan Pengurus Wilayah (PWNU), yang mengusulkan sejumlah nama untuk kemudian ditabulasi dan diserahkan kepada Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagai lembaga yang memiliki otoritas memilih.

“Opsi yang kedua adalah penjaringan melalui PC dan juga wilayah menulis beberapa nama untuk kemudian ditabulasi. Diserahkan kepada Ahlul Halli wal Aqdi sebagai lembaga yang dibentuk oleh muktamar dan difungsikan untuk kepentingan otoritas memilih jadi Ahlul Ikhtiar. Dia memiliki kompetensi untuk menentukan pemimpin yang akan menakhodai NU lima tahun ke depan tentu dengan restu dan juga persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih,” ujarnya.

Lima Caketum Sepakat Dorong Lewat AHWA

Pembahasan berlanjut ke Sidang Pleno III yang mengagendakan laporan dan pengesahan hasil sidang komisi. Di tengah forum dinamika baru muncul ketika salah satu Calon Ketua Umum KH Zulfa Mustofa menyampaikan pernyataan sikap bersama sejumlah calon Ketua Umum (caketum) di hadapan seluruh muktamirin.

“Saya ingin menyampaikan hasil komunikasi dengan para caketum, calon ketua umum, yang selama ini kita sudah dengar namanya. Saya Zulfa Mustofa, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Abdul Ghaffar RoIn (Gus Rozin), KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) sepakat pemilihan ketua umum dilakukan Ahlul Halli wal Aqdi. Dan saya memohon kepada caketum yang lain agar bisa juga bersepakat seperti kami berlima,” katanya.

Pernyataan ini membuat suasana sidang pleno menjadi riuh. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Steering Committee sekaligus pimpinan Sidang Pleno Prof Mohammad Nuh menegaskan bahwa opsi musyawarah mufakat tetap akan ditawarkan kepada seluruh muktamirin, namun forum telah menyiapkan opsi voting sebagai jalan keluar apabila kesepakatan bersama tidak tercapai.

“Sudah mulai ramai ya. Tetap kami tawarkan kepada panjenengan semua. Tapi sekali lagi, enggak usah khawatir kalau enggak ketemu untuk cari mufakat. Kita sudah sepakat, kita sepakat untuk voting, tak usah khawatir, insya Allah pasti dapat,” kata Mohammad Nuh.

Sidang Diskors, Voting Digelar Malam Ini

Menyusul dinamika di dalam sidang Prof Nuh memutuskan untuk menskors sidang pleno untuk sementara waktu. Proses pemungutan suara (voting) terkait mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dijadwalkan digelar pada pukul 19.00 WIB malam ini, dengan mekanisme perwakilan suara yang akan diwakilkan oleh masing-masing ketua Pengurus Cabang (PCNU), Pengurus Wilayah (PWNU), dan Pengurus Cabang Istimewa (PCINU).(SA/edt)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: muktamar ke-35 NUpemilihan ketua umum PBNUvoting
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Muktamar ke-35 NU Jombang pemilihan Ketua Umum PBNU dan Rais Aam 2026-2031

Pemilihan Ketum PBNU Disepakati Lewat Voting

Gus Salam mengungkap peserta Muktamar ke-35 NU diduga dipukul karena beda pilihan

Peserta Muktamar ke-35 NU Diduga Dipukul karena Beda Pilihan, Dilaporkan ke Polres Jombang

Gus Salam calon Ketum PBNU 2026-2031 di Muktamar ke-35 NU Jombang

Gus Salam Janji Sekjen PBNU dari Luar Jawa Jika Terpilih Ketum 2026-2031

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In