Bacaini.ID, JOMBANG – Calon Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dapat diusulkan langsung oleh PWNU, PCNU dan PCINU melalui surat di lokasi pendaftaran Muktamar Ke-35 NU, sebelum registrasi. Hal itu diungkapkan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat meninjau proses pendaftaran peserta muktamar (muktamirin) Rabu (26/8/2026).
Namun kendati demikian keabsahan dokumen harus berdasarkan aturan yang berlaku. “Area pendaftaran ini sudah steril. PWNU, PCNU, dan PCINU bisa membuat surat usulan calon AHWA di sini, tapi tetap harus ditandatangani oleh Rais dan Katib. Dan distempel,” kata Gus Yahya.
Menurut Gus Yahya setelah surat usulan selesai dibuat dan ditandatangani sesuai ketentuan, berkas tersebut wajib langsung diserahkan kepada panitia dalam wadah yang tertutup. “Kemudian langsung dimasukkan ke dalam kotak suara dengan amplop tertutup,” jelas Gus Yahya.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menyaksikan langsung Rais Syuriyah PCNU Jombang, KH Achmad Hasan menjadi peserta pertama yang memasukkan amplop berisi surat usulan calon AHWA ke dalam kotak suara di area registrasi.
Selain memantau mekanisme pengusulan AHWA, Gus Yahya juga melakukan registrasi kepesertaan Muktamar Ke-35 NU di Aula KH Jamaluddin Ahmad Center, Pondok Pesantren Bahrul Ulum didampingi Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni.
Usai registrasi Gus Yahya meninjau sejumlah lokasi yang akan digunakan selama forum tertinggi NU tersebut. Dalam tinjauannya, ia memberikan pengarahan kepada Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar Ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq) beserta jajaran panitia dan among tamu.
“Panjenengan (Anda) semua ini mewakili bukan hanya PBNU, tapi Jam’iyah Nahdlatul Ulama, dan sekaligus panjenengan semua mewakili Kiai Abdul Wahab Chasbullah sebagai tuan rumah dari Muktamar ini. Maka khidmah panjenengan sesungguhnya adalah khidmah yang luar biasa nilainya,” tuturnya.
Gus Yahya mengimbau seluruh pihak yang terlibat untuk senantiasa mengingat jasa dan spirit para pendiri pesantren tersebut.
“Maka dalam setiap keberadaan kita di tengah-tengah Muktamar ini, jangan sampai kita lupa bahwa di sini bersama-sama kita ada Mbah Hasbullah, ada Mbah Syihah, ada Mbah Wahab, dan para masyaikh Tambakberas yang lain Mbah Hamid, Mbah Fattah, dan lain-lain,” lanjutnya.
Mengutip ajaran Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, Gus Yahya menegaskan pentingnya menjaga keutuhan dan tujuan organisasi selama muktamar berlangsung.
“Karena ini adalah jam’iyatu adlin wa aman wa ishlahin wa ihsan. Ini jam’iyah yang memperbaiki. Maka tidak boleh ada sedikit pun tindakan yang berpotensi merusak, karena jam’iyah ini adalah jam’iyah yang memperbaiki,” tegasnya.
Proses registrasi peserta dari unsur PWNU, PCNU, dan PCINU telah dipusatkan di MTs Bahrul Ulum sejak pukul 10.00 WIB. Muktamirin dari berbagai daerah tercatat mulai mendatangi lokasi untuk menyelesaikan tahapan administrasi kepesertaan.
Pembukaan Muktamar Ke-35 NU akan dilaksanakan pada Kamis (27/8/2026) pukul 15.00 WIB di lapangan Untung Suropati Tambakberas. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam pembukaan tersebut. (sya/sa)




