Bacaini.ID, KEDIRI – Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi soal kemungkinan terjadinya perubahan politik sebelum 2029 menjadi perhatian. Duduk bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Budi Arie menyebut insting politiknya menangkap kemungkinan adanya “percepatan”.
Dalam video yang beredar pada Selasa, 25 Agustus 2026, Budi Arie mengatakan situasi politik dan sosial saat ini tidak bisa dibaca secara konvensional.
“Insting saya ini lebih cepat dari 2029,” ujar Budi Arie dalam video tersebut. Ia kemudian bertanya kepada peserta pertemuan apakah mereka siap jika terjadi “percepatan”.
Budi Arie juga menyebut sejumlah gejolak sosial sebagai fenomena yang patut diperhatikan. Salah satunya adalah gerakan masyarakat Pati yang kini meluas hingga ke Jakarta. “Ini ada demo Pati, Madura demo lagi,” katanya.
Pati Bergerak ke Jakarta
Pernyataan Budi Arie muncul ketika gerakan masyarakat Pati bermetamorfosis dengan kemasan baru berlabel Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Kelompok massa ini telah menggelar aksi di Pati pada 13 Agustus 2026 lalu, dengan salah satu tuntutannya adalah pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman berat bagi koruptor.
Sejumlah warga kemudian bergerak ke Jakarta dan menyiapkan aksi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026. Ratusan warga Pati kembali diberangkatkan menuju Jakarta pada Selasa, 25 Agustus.
Perkembangan tersebut membuat aksi Pati tidak lagi semata menjadi persoalan lokal. Isu yang dibawa mulai bersinggungan dengan agenda nasional, terutama pemberantasan korupsi dan RUU Perampasan Aset.
Belum Ada Bukti Pergantian Kekuasaan
Meski demikian, pernyataan Budi Arie belum dapat dimaknai sebagai bukti adanya rencana pergantian kekuasaan sebelum 2029. Budi tidak secara eksplisit menyebut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan berakhir sebelum masa jabatannya. Ia juga tidak menjelaskan bentuk “percepatan” yang dimaksud.
Projo kemudian memberikan klarifikasi bahwa video yang beredar merupakan potongan dari diskusi yang lebih panjang. Sekjen Projo Freddy Alex Damanik mengatakan Budi Arie sedang membicarakan berbagai kemungkinan situasi politik, bukan memastikan adanya perubahan kekuasaan sebelum 2029.
Karena itu, hubungan antara aksi Pati dan pernyataan Budi Arie juga belum bisa disebut sebagai hubungan sebab-akibat. Perkembangan di jalanan Jakarta dalam beberapa hari ke depan akan menjadi ujian atas pembacaan politik Budi Arie tersebut.(HTW/edt)




