Bacaini.ID, KEDIRI – Pemerintah tengah mengkaji kebijakan baru terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi, khususnya Pertalite. Dalam rapat koordinasi antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8), muncul wacana pembatasan pembelian Pertalite bagi kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi, yakni desil 9 dan 10.
Langkah ini didorong oleh evaluasi pemerintah bahwa subsidi BBM selama ini belum sepenuhnya tepat sasaran. Pertalite, yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat menengah ke bawah, justru banyak dikonsumsi oleh kelompok ekonomi atas. Dengan sistem distribusi Pertamina yang dinilai sudah cukup baik, pemerintah optimistis pembatasan ini bisa diterapkan secara efektif.
Menurut rencana, masyarakat di desil 9 dan 10 akan diarahkan untuk menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertamax. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta memastikan keadilan sosial dalam distribusi energi.
Analisa Dampak di Kediri
Sebagai kota dengan basis ekonomi yang beragam, mulai dari industri rokok kretek, perdagangan, hingga UMKM di Kediri akan merasakan dampak langsung dari kebijakan ini.
Kendaraan Pribadi Menengah Atas
Warga Kediri dari kalangan ekonomi atas yang terbiasa menggunakan Pertalite akan terdorong beralih ke Pertamax. Biaya operasional kendaraan pribadi meningkat, yang bisa memengaruhi pola konsumsi dan mobilitas mereka.
UMKM dan Ekonomi Kreatif
Mayoritas pelaku UMKM di Kediri berada di kelas menengah bawah, sehingga tetap bisa mengakses Pertalite. Kebijakan ini justru memberi keuntungan relatif karena subsidi lebih tepat sasaran. Namun, distribusi barang oleh perusahaan besar bisa mengalami penyesuaian biaya.
Transportasi Umum
Angkutan kota (angkot) dan bus lokal kemungkinan tetap mendapat akses BBM subsidi. Dengan demikian, ongkos transportasi di Kediri relatif stabil, tidak langsung terdampak oleh kebijakan ini.(htw/edt)




