Bacaini.ID, KEDIRI – Terdakwa korupsi sekaligus mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dialihkan menjadi tahanan rumah karena kondisi kesehatannya yang dinilai serius. Ia diketahui menderita fistula perianal, sebuah penyakit yang muncul akibat terbentuknya saluran abnormal antara anus dan kulit di sekitarnya.
Kondisi ini biasanya berawal dari infeksi atau abses yang tidak sembuh sempurna, lalu berkembang menjadi rasa nyeri hebat, keluarnya cairan, hingga pendarahan yang berulang.
Nadiem sudah beberapa kali ditangani melalui operasi, dan pada pertengahan Mei 2026 ia dijadwalkan kembali menjalani tindakan medis di RS Abdi Waluyo, Jakarta. Masa pemulihan diperkirakan berlangsung antara tiga hingga enam minggu, sehingga hakim menilai penahanan rumah lebih manusiawi dibandingkan menempatkannya di rutan.
Statusnya sebagai tahanan rumah di kediaman Dharmawangsa, Jakarta Selatan, berlaku sejak 12 Mei 2026. Untuk memastikan pengawasan, ia mengenakan gelang elektronik detektor di kaki kiri, sehingga setiap pergerakan dapat dipantau. Hakim hanya memberi izin keluar rumah untuk keperluan operasi, kontrol medis, dan menghadiri sidang.
Apa itu Fistula Perianal
Fistula perianal atau fistula ani, merupakan terowongan kecil yang terbentuk dari bagian dalam anus menuju permukaan kulit di sekitarnya. Saluran ini biasanya muncul setelah terjadi abses pada kelenjar anus.
Ketika abses pecah atau tidak ditangani tuntas, tubuh membentuk saluran untuk mengeluarkan nanah, yang kemudian menetap sebagai fistula. Kondisi ini lebih sering dialami oleh laki-laki dan dapat kambuh berulang kali, sehingga sering kali sulit sembuh total tanpa tindakan medis.
Gejala yang Umum Dialami
Penderita fistula perianal biasanya mengalami nyeri hebat di sekitar anus, terutama saat duduk atau buang air besar. Area sekitar anus dapat tampak bengkak dan kemerahan, disertai keluarnya nanah atau darah dari lubang kecil di kulit. Drainase ini sering berbau tidak sedap.
Pada saat infeksi kambuh, penderita bisa mengalami demam, rasa lelah, dan nyeri berulang akibat abses yang kembali terbentuk. Gejala ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat menurunkan kualitas hidup.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab utama fistula perianal adalah infeksi pada kelenjar anus yang berkembang menjadi abses. Selain itu, kondisi ini juga dapat dipicu oleh:
- Penyakit radang usus seperti Crohn’s disease.
- Infeksi menular seksual atau tuberkulosis di area anus.
- Riwayat operasi atau cedera anus.
- Radiasi di daerah panggul.
- Faktor gaya hidup, seperti pola makan rendah serat yang menyebabkan sembelit dan mengejan berlebihan.
Fistula lebih sering terjadi pada laki-laki dewasa muda dan pada orang dengan sistem imun lemah atau riwayat infeksi berulang.
Selain operasi, pasien dianjurkan menjaga kebersihan area anus, berendam air hangat untuk meredakan nyeri, serta meningkatkan asupan serat agar buang air besar lebih lancar. Pada kasus tertentu yang terkait penyakit Crohn, dokter dapat mencoba terapi obat imunomodulator sebelum operasi.
Penulis: Hari Tri Wasono





