Bacaini.ID, KEDIRI – Banyak orang percaya bahwa usia hanyalah angka dalam hubungan. Namun, fakta menunjukkan perbedaan usia yang terlalu jauh justru bisa memicu berbagai tantangan, mulai dari pola pikir hingga tujuan hidup. Lalu, berapa sebenarnya jarak usia ideal dalam memilih pasangan?
Baca Juga:
Psikoterapis internasional, Eloise Skinner, dalam ulasannya di The Sun mengatakan rentang usia pasangan yang ideal adalah antara nol hingga tiga tahun. Penelitian menyebut tingkat kepuasan hubungan menurun untuk relasi romantis yang memiliki perbedaan usia signifikan.
Semakin jauh jarak usia, semakin tinggi tingkat ketidakpuasan dalam hubungan personal pasangan. Ada banyak alasan mengapa ini terjadi. Gap usia yang terlalu jauh secara alami membuat masing-masing pihak berada dalam ‘masa’ yang berbeda.
Selisih 0-3 Tahun Paling Ideal. Ini Alasannya
Berpasangan dengan orang yang berusia sama atau selisih yang dekat, dianggap ideal karena berbagai faktor. Terutama karena pasangan ini berada pada tahap kehidupan yang serupa.
Dalam budaya Jawa, terdapat istilah ‘sepantaran’ atau seumuran, tahapan usia yang sama dalam perkembangan fisik maupun mental. Eloise Skinner mengatakan untuk pasangan yang ‘sepantaran’ ini, mereka lebih mungkin memiliki ekspektasi yang sesuai secara finansial serta dalam segi kesehatan.
Pasangan dengan jarak usia dekat, memiliki pola pikir yang mirip dan mungkin juga hobi yang sama. Mereka juga berada dalam generasi yang sama hingga tidak sulit untuk saling bertukar pikiran maupun menyamakan tujuan dalam hubungan.
Berikut beberapa hal yang membuat pasangan seumuran dianggap ideal.
1. Memiliki relevansi budaya dan nostalgia
Mereka tumbuh besar di era yang sama, tren yang sama hingga fenomena internet atau budaya pop yang sama dimasa kecil. Ini membuat pasangan menjadi selalu ‘nyambung’ dalam berbagai hal. Dari gaya hidup hingga kenangan yang sama pada masa kecil.
2. Keselarasan fase kehidupan
Di usia yang sama, pasangan cenderung menghadapi tantangan hidup yang sama pula. Dalam hal karier, finansial dan energi, pasangan dengan rentang usia dekat memiliki kecenderungan berada dalam fase yang sama. Ini membuat pasangan menjadi lebih saling memahami satu sama lain.
3. Komunikasi lebih setara
Dalam hubungan yang seumuran, jarang terjadi ketimpangan otoritas. Ini membuat pasangan lebih terbuka dan bebas berargumen tanpa merasa sungkan berlebihan.
4. Circle pertemanan yang mudah menyatu
Karena berada di kelompok usia sama, kemungkinan besar memiliki gaya hidup dan pola pikir yang sama. Ini membuat proses sosialisasi menjaddi lebih nyaman. Pasangan lebih mudah berbaur dengan circle satu asma lain.
5. Visi masa depan yang seragam
Perencanaan jangka panjang lebih mudah terwujud sesuai keinginan masing-masing. Memiliki waktu biologis dan sosial yang beriringan hingga tekanan untuk ‘mengejar’ atau ‘memiliki’ sesuatu menjadi lebih minim. Misal target untuk punya anak, membeli rumah dan lainnya.
Pasangan Gap Usia Jauh Bisa Bahagia?
Namun Elois Skinner juga mengatakan bahwa bukan berarti pasangan yang memiliki rentang usia signifikan tidak bahagia. Mereka tetap bahagia, namun memiliki lebih banyak rintangan dalam menjalani hubungan dibanding dengan pasangan ‘sepantaran’.
Seperti misalnya, pasangan yang lebih tua sudah banyak memiliki pengalaman hidup bahkan sudah mencapai tujuan hidupnya, namun pasangannya yang jauh lebih muda sedang dalam masa ingin tahu yang besar dan eksplorasi. Pada beberapa kasus, hal ini bisa menimbulkan konflik.
Perencanaan keuangan juga bisa menjadi kendala besar bagi pasangan yang memiliki beda usia jauh. Satu pihak telah mapan dan mungkin ingin menabung untuk masa pensiun, sementara pihak lain masih ingin mengejar mimpi dan menghabiskan uang untuk kesenangan selagi masih muda.
Salah satu kekhawatiran utama pada pasangan dengan rentang usia jauh adalah dinamika kekuasaan. Pasangan yang lebih tua memiliki kecenderungan untuk ‘menguasai’ hubungan karena merasa lebih dewasa atau bahkan lebih mapan.
Karenanya, pada pasangan demikian, agar hubungan dapat bertahan lama dan harmonis masing-masing pihak harus memiliki tingkat kematangan emosional dan psikologis yang serupa. Memiliki nilai, tujuan dan preferensi yang kurang lebih sama.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





