• Login
Bacaini.id
Friday, April 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Lebih Dekat dengan Marie Thomas, Dokter Pertama Indonesia yang Menginspirasi

Jejak inspiratif Marie Thomas, pelopor dokter perempuan Indonesia yang membuka akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi kaum perempuan

ditulis oleh Editor
2 April 2026 21:30
Durasi baca: 3 menit
Foto Marie Thomas dokter perempuan pertama Indonesia

Marie Thomas, dokter perempuan pertama Indonesia yang menginspirasi generasi (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI — Nama Marie Thomas mungkin tidak sepopuler tokoh perempuan lainnya, namun perannya sangat besar dalam sejarah Indonesia. Ia dikenal sebagai dokter perempuan pertama di Tanah Air yang membuka jalan bagi perempuan untuk menempuh pendidikan tinggi dan berkarier di bidang medis.

Baca Juga:

  • Kisah SK Trimurti, Menaker Pertama RI yang Hadiri Kongres Buruh di Kediri

Membuktikan sejarah emansipasi perempuan di Indonesia tidak hanya berpusat di Jawa dan Sumatera. Di bagian Indonesia timur, Sulawesi, tercatat rekam jejak sejarah seorang dokter perempuan pertama di Indonesia: Dr Maria Emilia Thomas atau lebih dikenal Marie Thomas. Marie Thomas tercatat dalam sejarah, memiliki peran penting dalam dunia kesehatan di Indonesia.

Profil Marie Thomas: Anak Kolong Cerdas Mahasiswi Pertama Stovia

Marie Thomas lahir pada 17 Februari 1896 di Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Ayahnya, Adriana Thomas, seorang anggota militer berkarir cemerlang yang membuat Marie dan keluarga sering berpindah ke berbagai daerah di Indonesia karena ikut penugasan ayahnya.

Ini membuat Marie Thomas memiliki kesempatan bersekolah dari Sulawesi hingga ke Jawa. Pada masa kolonial Belanda, akses pendidikan bagi perempuan, sangat terbatas.

Pendidikan formal lebih banyak diperuntukkan bagi laki-laki, sementara perempuan diarahkan untuk menjalani peran domestik.

Namun berkat kecerdasan dan kesempatan yang ada, Marie Thomas menjadi mahasiswi pertama STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen).

STOVIA merupakan sekolah kedokteran untuk pribumi yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda di Batavia pada tahun 1912 dan mendapatkan gelar dokternya di tahun 1922. Sekolah kedokteran ini merupakan cikal bakal dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Kesempatan menempuh pendidikan tinggi bagi Marie Thomas, tak lepas dari peran Aletta Jacobs, seorang dokter wanita pertama di Belanda. Aletta Jacobs meminta Gubernur AWF Idenburg untuk membuka pelatihan medis kepada perempuan.

Permintaan ini akhirnya dikabulkan dengan Marie Thomas sebagai satu-satunya murid perempuan diantara 180 murid laki-laki.

Dalam pendidikannya, Marie Thomas berfokus pada bidang kebidanan dan kandungan. Ini mengantarkannya menjadi dokter spesialis obstetri dan ginekologi pertama di Indonesia.

Kiprah di Dunia Medis: dari Pelayanan hingga Pendidikan

Setelah resmi menjadi dokter, Marie Thomas mulai mengabdikan diri di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Batavia (Jakarta), Medan, hingga Padang. Ia dikenal sebagai dokter yang berdedikasi tinggi, terutama dalam menangani kesehatan perempuan dan anak.

Fokusnya pada bidang kebidanan dan kandungan membuatnya banyak membantu perempuan pribumi yang sebelumnya kesulitan mendapatkan layanan medis.

Dalam budaya saat itu, banyak perempuan enggan atau tidak diperbolehkan berobat ke dokter laki-laki, sehingga kehadiran dokter perempuan seperti Marie menjadi sangat penting.

Tak hanya memberikan pelayanan medis, Marie Thomas juga berkontribusi dalam dunia pendidikan. Pada tahun 1950, ia mendirikan sekolah kebidanan di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Sekolah ini menjadi salah satu pelopor pendidikan bidan di Indonesia dan berperan besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Perjuangan Marie Thomas tidak hanya berdampak pada bidang kesehatan, namun juga membawa perubahan besar dalam pandangan masyarakat terhadap perempuan. Ia membuktikan bahwa perempuan mampu menempuh pendidikan tinggi dan berkarier di bidang profesional yang sebelumnya didominasi laki-laki.

Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi generasi perempuan berikutnya untuk berani bermimpi dan menembus batasan sosial. Dari yang awalnya hanya segelintir, kini perempuan Indonesia telah banyak berkiprah sebagai dokter, tenaga kesehatan, dan profesional di berbagai bidang.

Meski namanya tidak sepopuler tokoh-tokoh perempuan lainnya, kontribusi Marie Thomas tetap menjadi bagian penting dalam sejarah emansipasi perempuan di Indonesia.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif


Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: marie thomas
Via: dokter perempuan pertama indonesia
Tags: dokter indonesiadokter perempuan pertama indonesiamarie thomasstovia
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Evakuasi korban kecelakaan bus di Jombang

Kesaksian Penumpang Saat Bus Restu Terguling di Tol Jombang

Petugas mengevakuasi korban kecelakaan bus Restu di Tol Jombang-Mojokerto

Terguling di Tol Jombang, Bus Restu Angkut 35 Penumpang, Evakuasi Korban Berlangsung

Foto Marie Thomas dokter perempuan pertama Indonesia

Lebih Dekat dengan Marie Thomas, Dokter Pertama Indonesia yang Menginspirasi

  • Petugas mengevakuasi korban kecelakaan bus Restu di Tol Jombang-Mojokerto

    Terguling di Tol Jombang, Bus Restu Angkut 35 Penumpang, Evakuasi Korban Berlangsung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muscab PKB Blitar Penuh Kejutan, Nasa Barcelona Tantang Gus Tamim di Bursa Ketua DPC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Apa dengan Wawali Blitar Elim Tyu Samba? Absen di Hari Jadi ke-120 Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In