Bacaini.ID, TULUNGAGUNG – Puluhan penyandang disabilitas di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur mengeluhkan bantuan sosial (bansos) yang macet.
Mereka yang tergabung dalam organisasi Persatuan Cacat Tubuh (Percatu) Tulungagung itu menggeruduk Kantor Dinas Sosial guna meminta penjelasan.
Ketua Percatu Tulungagung Didik Prayitno mengatakan, ada puluhan anggota Percatu Tulungagung yang transferan bansosnya mandek.
Sebelumnya para penyandang disabilitas mendapatkan bansos dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
“Ini teman-teman ada yang 3 bulan belum cair, ada juga yang setahun belum cair. Disini kita mencari kejelasan atas hal itu,” ungkap Didik Senin (2/3/2026).
Baca Juga:
Kaum disabilitas, kata Didik mestinya diutamakan dalam penerimaan bansos. Ia berharap Dinsos Tulungagung bisa memberi solusi.
“Biasanya kita 3 bulan sekali cair untuk bansos ini. Satu kali pencairan sekitar 900 ribu untuk BPNT,” terang Didik.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Tulungagung Fahmi Alif Adianto menyebut ada 21 orang disabilitas fisik Tulungagung yang mengeluhkan bansos mereka tidak cair.
Pihak dinsos telah melakukan pengecekan dan hasilnya ditemukan permasalahan yang beragam. Ada 2 orang yang tinggal menunggu jadwal pencairan.
Ada juga 2 orang berada di kluster desil 1-4, namun belum terdata sebagai penerima bansos. “Untuk 2 orang ini dapat mengajukan usulan bansos ke desa/kelurahan masing masing,” kata Fahmi.
Sementara 6 orang terungkap pindah desil dan saat ini berada di kluster desil 6-10. Sesuai ketentuan mereka tidak berhak lagi mendapat bansos.
Namun kendati demikian mereka masih berkesempatan mengajukan pembaruan data melalui pemerintah desa/kelurahan masing-masing.
Menurut Fahmi, di luar semua itu ada 4 orang yang berada di desil 5 dan sesuai aturan baru tidak berhak menerima bansos. Mereka hanya berpeluang menjadi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
“Sesuai aturan baru penerima bansos hanya masyarakat yang ada di desil 1-4 saja. Sehingga mereka yang berada di desil 5 tidak lagi berhak mendapatkan bansos,” paparnya.
Dinsos Tulungagung juga menemukan satu disabilitas yang bansosnya dicabut lantaran ditengarai dipakai untuk judi online. Kendati demikian hal itu perlu dikonfirmasi ulang.
“Jika tidak benar maka masih bisa dilakukan sanggahan,” pungkasnya.
Penulis: Fikri
Editor: Solichan Arif





